TECHRUNNER – Game terbaru dari Rockstar Games yakni Grand Theft Auto VI atau GTA 6 kembali menjadi sorotan di internet. Perhatian penggemar meningkat setelah muncul bocoran harga GTA 6 yang akan dirilis pada November 2026 mendatang.
Meski hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Rockstar Games, rumor terbaru tersebut memicu diskusi luas di kalangan gamer yang menantikan peluncuran game tersebut.
Selain isu harga, perhatian publik juga tertuju pada kemunculan listing yang diduga menjadi tanda bahwa pre-order GTA 6 akan segera dibuka. Walau banyak pihak menduga listing tersebut hanya placeholder, kemunculannya membuat penggemar yakin bahwa persiapan penjualan awal mulai dilakukan.
Momen munculnya listing itu juga bertepatan dengan jadwal earning calls perusahaan induk Rockstar Games, Take-Two Interactive, yang akan digelar pada 21 Mei 2026. Hal ini semakin memperkuat spekulasi terkait pengumuman baru seputar GTA 6.
Rumor Harga GTA 6 Disebut Lebih Murah

Menurut laporan dari Gizmochina, muncul rumor dari seseorang yang mengaku bekerja di retail game besar di Inggris. Sumber tersebut menyebutkan GTA 6 akan dijual dengan harga 69,99 Euro atau sekitar Rp1,4 jutaan.
Namun, rumor lain justru menyebut harga GTA 6 bisa mencapai USD 100 atau sekitar Rp1,7 jutaan. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dibanding standar harga video game saat ini, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan penggemar.
Di sisi lain, laporan dari Video Games Chronicle mengungkap pendapat analis Bank of America, Omar Dessouky, yang menilai GTA 6 sebaiknya dijual di atas USD 70.
Menurut Dessouky, jika GTA 6 tetap dijual dengan harga standar saat ini, hal itu dapat berdampak pada industri game secara keseluruhan, terutama bagi developer lain yang ingin menaikkan harga game mereka.
Ia juga menambahkan bahwa kenaikan standar harga game dinilai dapat menjadi kepentingan strategis bagi Take-Two Interactive sebagai publisher besar di industri game.
“Kami mendengar dari peserta industri game yang saat ini dianggap sedang kesulitan menghadapi tantangan besar untuk menjual game seharga USD 80, jika GTA 6 dirilis dengan harga USD 70,” kata Dessouky.
Menanggapi isu harga GTA 6, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengatakan bahwa konsumen pada dasarnya akan membayar sesuai nilai yang diberikan sebuah produk.
Menurutnya, kualitas game dan pengalaman yang diterima pemain harus sebanding dengan harga yang dibayarkan.
“Tugas kami adalah memastikan harga yang dibayar jauh lebih rendah dibanding nilai yang mereka dapatkan. Konsumen harus merasa bahwa produk tersebut luar biasa dan harga yang mereka bayar terasa adil,” ujarnya.
Meski berbagai rumor terus bermunculan, hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait harga final GTA 6, detail edisi game, maupun jadwal pembukaan pre-order secara global.












