TECHRUNNER – Pasar smartphone China pada awal 2026 dengan peta persaingan yang berubah drastis. Laporan terbaru dari firma riset Counterpoint menunjukkan Apple berhasil mencatat lonjakan penjualan yang signifikan, sementara Xiaomi justru mengalami penurunan paling tajam dibanding merek besar lainnya.
Apple dilaporkan mencetak pertumbuhan penjualan hingga 20 persen secara tahunan. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa minat konsumen China terhadap iPhone kembali meningkat setelah beberapa tahun persaingan ketat dengan merek lokal.
Di sisi lain, Huawei masih mempertahankan posisinya sebagai merek smartphone nomor satu di China. Namun, jarak Apple dengan Huawei kini semakin tipis karena peningkatan penjualan iPhone yang terus bergerak naik sepanjang awal tahun.
Fenomena ini dinilai menarik karena pasar China selama ini dikenal sangat kompetitif dan didominasi brand lokal. Meski begitu, Apple tampaknya berhasil memanfaatkan momentum lewat kombinasi ekosistem perangkat, performa chipset, dan loyalitas pengguna premium yang masih sangat kuat.
Beberapa analis juga menilai strategi Apple dalam menghadirkan fitur berbasis kecerdasan buatan serta optimalisasi software membuat iPhone kembali diminati konsumen muda di China. Selain itu, tren pengguna yang mencari perangkat dengan dukungan jangka panjang ikut menjadi faktor pendorong pertumbuhan Apple.

Laporan Counterpoint Ungkap Perubahan Besar Persaingan Smartphone di China (Sumber: Counterpoint)
Xiaomi Alami Penurunan Tajam
Berbeda jauh dari Apple, Xiaomi justru menghadapi tekanan besar di pasar domestiknya sendiri. Counterpoint mencatat penjualan smartphone Xiaomi turun hingga 35 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut menjadi salah satu yang paling dalam di antara merek-merek besar lain di China. Dampaknya tidak hanya terlihat dari sisi angka penjualan, tetapi juga posisi Xiaomi yang kini turun ke peringkat terbawah dalam daftar vendor papan atas.
Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan harga murah yang selama ini menjadi kekuatan Xiaomi mulai menghadapi tantangan baru. Konsumen China kini disebut lebih selektif dalam memilih smartphone, terutama untuk kelas menengah yang menjadi pasar utama Xiaomi.
Tekanan dari Huawei, Honor, hingga Apple membuat ruang gerak Xiaomi semakin sempit. Di saat brand lain fokus menghadirkan inovasi AI, kamera, dan pengalaman premium, Xiaomi dinilai belum menemukan strategi yang benar-benar mampu mengembalikan daya tarik produknya di pasar domestik.
Selain itu, perlambatan ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat China juga ikut memengaruhi penjualan smartphone secara keseluruhan. Banyak pengguna kini memilih mempertahankan perangkat lama lebih lama dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Meski begitu, Xiaomi masih memiliki peluang untuk bangkit, terutama melalui ekspansi perangkat ekosistem pintar dan penguatan pasar internasional. Brand ini juga dikenal agresif dalam menghadirkan teknologi baru dengan harga kompetitif.
Namun untuk saat ini, data 2026 menunjukkan Apple menjadi salah satu pemenang terbesar di pasar smartphone China, sementara Xiaomi harus bekerja keras untuk keluar dari tren penurunan yang cukup mengkhawatirkan.






