TECHRUNNER – Valve secara resmi mengumumkan kenaikan harga untuk lini handheld gaming mereka, Steam Deck OLED. Kenaikan ini berlaku langsung setelah pengumuman dirilis dan disebut sebagai dampak dari melonjaknya biaya komponen memori serta penyimpanan global.
Dilansir dari laman resmi theverge pada Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan harga tersebut cukup signifikan. Model Steam Deck OLED 1TB kini dibanderol 949 dolar AS dari sebelumnya 649 dolar AS.
Artinya, terdapat lonjakan harga sebesar 300 dolar AS atau sekitar Rp5 jutaan jika dikonversikan ke rupiah.
Sementara itu, versi Steam Deck OLED 512GB juga mengalami kenaikan dari 549 dolar AS menjadi 789 dolar AS. Dengan demikian, model tersebut naik sekitar 240 dolar AS.
Valve Ungkap Penyebab Harga Steam Deck Naik

Dalam keterangannya, Valve menyebut bahwa kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya komponen memori dan storage di pasar global.
Perusahaan juga menyoroti tantangan logistik industri teknologi yang saat ini semakin berat akibat tingginya permintaan perangkat AI.
Valve menegaskan bahwa tidak ada perubahan spesifikasi pada perangkat Steam Deck OLED. Harga baru yang diterapkan murni mencerminkan kondisi pasar komponen elektronik dan rantai pasokan global saat ini.
Krisis komponen ini disebut tidak hanya berdampak pada Valve, tetapi juga berbagai produsen perangkat gaming lain seperti Sony, Nintendo, hingga Microsoft yang belakangan ikut menyesuaikan harga perangkat mereka.
Steam Deck Kini Semakin Mahal untuk Gamer
Dengan harga terbaru tersebut, Steam Deck OLED kini masuk ke kategori handheld premium. Bahkan, harga model 1TB sudah melampaui beberapa konsol generasi terbaru di pasar global.
Kondisi ini memicu reaksi beragam dari komunitas gamer. Banyak yang menilai kenaikan harga tersebut terlalu drastis untuk perangkat yang spesifikasinya tidak berubah sejak versi sebelumnya.
Meski begitu, ada pula yang memahami keputusan Valve mengingat industri teknologi saat ini memang tengah menghadapi kelangkaan RAM dan NAND storage akibat ekspansi besar-besaran perusahaan AI dan pusat data global.
Nasib Steam Machine Jadi Sorotan
Di tengah kenaikan harga Steam Deck, perhatian gamer juga tertuju pada proyek Steam Machine yang hingga kini belum memiliki harga resmi.
Padahal, konsol tersebut dikabarkan semakin dekat menuju jadwal peluncuran. Namun, dengan kondisi harga komponen yang terus naik, banyak pihak khawatir Steam Machine bakal hadir dengan harga jauh lebih mahal dari perkiraan awal.
Sejumlah spekulasi bahkan menyebut harga Steam Machine berpotensi melonjak tinggi, terutama untuk pasar negara yang belum mendapatkan distribusi resmi seperti Indonesia.
Jika kondisi komponen global belum membaik, bukan tidak mungkin harga Steam Deck maupun Steam Machine di pasar Indonesia dapat meningkat hingga jutaan rupiah dibanding harga normal.
Industri Gaming Ikut Terdampak Boom AI
Fenomena naiknya harga Steam Deck menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan industri AI kini mulai memengaruhi sektor gaming secara langsung.
Permintaan besar terhadap chip memori, RAM, dan storage untuk kebutuhan AI membuat stok komponen menjadi semakin terbatas.
Akibatnya, produsen perangkat gaming terpaksa menyesuaikan harga jual produk mereka agar tetap bisa menjaga produksi dan distribusi.
Bagi gamer, kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk mereka yang ingin membeli handheld gaming atau konsol generasi terbaru dalam waktu dekat.






