TECHRUNNER – Game simulasi kereta berlatar Jepang berjudul Running Train mendadak menjadi perbincangan di komunitas gamer internasional. Dirilis di Steam pada 25 Mei 2026, game ini langsung menarik perhatian karena kualitas visualnya yang disebut sangat realistis, bahkan oleh gamer dan media Jepang.
Menariknya, Running Train bukan dibuat oleh studio besar asal Jepang. Game tersebut justru dikembangkan oleh developer independen asal Mojokerto, Novatetsu Games, yang digawangi solo developer Rizky Nova atau dikenal dengan nama “Rizu” di komunitas pengembang game dan simulator kereta.
Sejak dirilis, respons pemain terbilang sangat positif. Di Steam, Running Train memperoleh status “Overwhelmingly Positive” dengan sekitar 98 persen ulasan positif dari pengguna. Banyak ulasan datang dari gamer Jepang yang memuji detail visual dan atmosfer permainan.
Salah satu pengguna Steam bahkan menyebut game ini sebagai “simulator kereta paling indah yang pernah dirilis.” Gamer lain memuji pencahayaan, efek cuaca, dan detail lingkungan yang dianggap terasa hidup seperti perjalanan kereta sungguhan di Jepang.
Antusiasme serupa juga muncul di forum Reddit komunitas train simulator. Seorang pengguna menulis, “This is what a train sim should look like in 2026.” Sementara media internasional seperti Kotaku menyebut Running Train sebagai salah satu simulator kereta paling realistis yang pernah dibuat oleh solo developer.
Suguhkan Jalur Kereta Fiktif Bernuansa Jepang yang Detail
Dalam permainan ini, pemain berperan sebagai masinis di jalur fiksi Jepang bernama Hayamori Railway dan Kofuku Railway. Game menghadirkan lebih dari 40 kilometer lintasan dengan pemandangan khas Jepang, mulai dari area pedesaan, pesisir pantai, hingga jalur penuh bunga sakura.
Visual game dibangun menggunakan Unreal Engine 5, yang membuat detail lingkungan terlihat sangat tajam dan sinematik. Efek pencahayaan serta perubahan cuaca menjadi salah satu daya tarik utama yang paling banyak dipuji pemain.



Beberapa fitur yang ditawarkan Running Train antara lain cuaca dinamis, mode musim semi dengan sakura bermekaran, musim dingin bersalju, hingga sistem fisika kereta yang realistis. Game ini juga memiliki mode hardcore tanpa tampilan UI untuk memberikan pengalaman mengemudi yang lebih imersif.
Bagi pemain yang ingin menikmati perjalanan layaknya penumpang, tersedia fitur AI auto-drive dan photo mode untuk mengambil gambar suasana perjalanan.
Tak hanya itu, Running Train mendukung controller khusus simulator kereta seperti Zuiki MasCon dan Densha de GO Controller, sesuatu yang jarang ditemui pada proyek game indie.
Masih Early Access, Pengembangan Berlanjut Hingga 2027
Meski mendapat banyak pujian, Running Train saat ini masih berstatus Early Access di Steam. Beberapa fitur utama seperti sistem penumpang, conductor mode, dan penambahan jalur kereta yang lebih panjang masih dalam tahap pengembangan.
Rizky Nova menargetkan versi penuh game ini akan dirilis sekitar tahun 2027. Namun, banyak pemain menilai versi awalnya sudah terasa solid untuk ukuran proyek yang dikerjakan oleh satu orang developer.
Keberhasilan Running Train juga menjadi sorotan karena memperlihatkan potensi developer Indonesia di industri game global, terutama dalam genre simulasi yang selama ini identik dengan studio Jepang atau Eropa.
Berdasarkan halaman Steam resminya, game ini dibanderol seharga Rp206.100. Untuk memainkannya, pengguna minimal membutuhkan Windows 10 atau 11 64-bit, RAM 8 GB, serta kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1050M.
Sementara spesifikasi rekomendasinya meliputi prosesor Intel Core i5-12400F atau AMD Ryzen 5 5600X, RAM 16 GB, dan GPU Nvidia GeForce RTX 3060 8 GB VRAM.






