TECHRUNNER.ID – Industri game Indonesia tidak lagi berada di fase sekadar mencoba. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah studio lokal berhasil membuktikan bahwa karya mereka mampu berdiri sejajar dengan rilisan studio internasional, baik dari segi visual, kedalaman cerita, maupun responsivitas gameplay.
Pengakuan ini datang bukan karena faktor sentimen lokal, melainkan murni dari kualitas mekanik dan pengalaman bermain yang ditawarkan. Bahkan beberapa di antaranya kini berhasil berkembang menjadi franchise jangka panjang.
Bagi kamu yang mencari rekomendasi judul berkualitas untuk mengisi pustaka game, berikut lima waralaba dan game buatan developer Indonesia yang patut dicoba.
1. A Space for the Unbound

Garapan Mojiken Studio bersama Toge Productions ini mengambil pendekatan naratif yang kuat berbalut seni pixel art. Berlatar kawasan rural Indonesia pada era akhir 90-an, cerita berfokus pada dua remaja, Atma dan Raya, yang berhadapan dengan kecemasan masa depan dan fenomena aneh di sekitar mereka.
Poin krusial dari game ini ada pada fitur Spatial Dive. Mekanik ini mengizinkan pemain melompat ke dalam benak seseorang untuk menyelesaikan teka-teki logika yang menghalangi jalan cerita. Dipadu dengan tata suara yang pas, eksplorasi di dalam game terasa padat dan membekas.
2. Coral Island

Stairway Games yang berbasis di Yogyakarta membawa genre farm simulation ke skala yang lebih luas lewat Coral Island. Game ini menggabungkan aktivitas rutin seperti bercocok tanam dan beternak dengan isu konservasi lingkungan.
Pemain bisa menyelam ke dasar laut untuk membersihkan sampah plastik, memperbaiki terumbu karang, serta mengembalikan ekosistem maritim yang rusak. Sistem hubungan antarkarakter yang fleksibel dan visual 3D yang bersih membuat durasi bermain puluhan jam tidak terasa menjenuhkan.
3. Seri Troublemaker

Gamecom Team sukses mencuri perhatian lewat Troublemaker pertama, sebuah game action beat ’em up bertema dinamika sekolah menengah. Fokus utamanya bertumpu pada pertarungan jarak dekat yang langsung, renyah, dan tidak berbelit-belit.
Kesuksesan seri pertamanya berlanjut ke Troublemaker 2: Beyond Dream yang membawa skala pertempuran dan area eksplorasi kota yang jauh lebih luas. Kombinasi pukulan, tangkisan, serta variasi jurus pamungkas yang berbobot menjadikan franchise ini salah satu game brawler lokal paling memuaskan untuk dimainkan.
4. Franchise DreadOut

Sebagai pionir survival horror modern di Indonesia, Digital Happiness berhasil membangun ekosistem game yang konsisten lewat waralaba DreadOut. Jika seri pertamanya mengandalkan mekanik kamera ponsel ala Fatal Frame, DreadOut 2 melompat lebih jauh dengan menyuntikkan mekanik pertarungan jarak dekat (melee combat) serta peta kota yang lebih terbuka.
Ekspansi ini berlanjut dengan pengumuman DreadOut 3, yang membawa babak baru perjalanan Linda dengan peningkatan sistem permainan yang lebih kompleks. Konsistensi pengembangan dari seri perdana, spin-off seperti DreadOut: Keepers of The Dark, hingga proyek sekuel ketiganya membuktikan keberhasilan Digital Happiness merawat waralaba horor lokal ke tingkat internasional.
5. 1998: The Toll Keeper Story

GameChanger Studio menghadirkan pendekatan yang berbeda lewat 1998: The Toll Keeper Story. Bergenre narrative simulation, game ini menempatkan pemain sebagai Dewi, seorang petugas gerbang tol yang sedang hamil di tengah kondisi krisis ekonomi dan gejolak politik era 90-an.
Gameplay-nya berfokus pada ketelitian memeriksa dokumen, memverifikasi identitas pengendara, dan memeriksa muatan kendaraan di loket tol. Setiap keputusan—apakah kamu memilih taat aturan atau memberi kelonggaran kepada warga yang memohon bantuan—memiliki dampak finansial serta konsekuensi moral yang langsung mempengaruhi keselamatan keluarga Dewi.
Kehadiran game-game ini membuktikan kalau industri game lokal sudah jauh melampaui fase eksperimen. Dengan kualitas mekanik yang solid dan keberanian mengeksplorasi genre baru, karya developer Indonesia tidak cuma layak diapresiasi karena identitasnya, tapi memang beneran memuaskan saat dimainkan.









