TECHRUNNER – Harga memori DDR5 belakangan menjadi sorotan karena kenaikannya yang dianggap tidak masuk akal oleh banyak pengguna PC, gamer, hingga pelaku industri rakitan komputer. Kenaikan ini terjadi di tengah melonjaknya kebutuhan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini menyerap pasokan chip memori dalam jumlah besar.
Dilansir dari wccftech, sejumlah laporan pasar menyebut harga RAM DDR5 di beberapa wilayah mengalami lonjakan tajam dibanding tahun lalu. Bahkan di Jerman, harga DDR5 disebut meningkat hingga 414 persen secara tahunan. Kondisi tersebut membuat biaya upgrade PC menjadi jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.
Kenaikan harga ini bukan terjadi tanpa alasan. Industri semikonduktor saat ini sedang mengalami perubahan fokus produksi. Banyak produsen memori global lebih memprioritaskan pembuatan High Bandwidth Memory (HBM), jenis memori berkecepatan tinggi yang digunakan untuk GPU AI seperti server pusat data dan sistem komputasi berbasis AI generatif.
Akibatnya, produksi DRAM konvensional termasuk DDR5 menjadi lebih terbatas. Ketika permintaan pasar PC tetap ada namun stok makin ketat, harga pun ikut terdorong naik.


Industri AI Jadi Pemicu Utama Kelangkaan Pasokan
Ledakan perkembangan AI dalam dua tahun terakhir membuat kebutuhan HBM meningkat drastis. Perusahaan teknologi besar berlomba membangun infrastruktur AI, mulai dari data center hingga server untuk pelatihan model AI generatif.
Situasi ini membuat produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron lebih fokus mengalokasikan kapasitas produksi ke memori premium yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. HBM sendiri menjadi komponen penting untuk GPU AI karena mampu menangani transfer data dalam kecepatan sangat tinggi.
Di sisi lain, pasar konsumen seperti gamer dan pengguna PC desktop justru terkena dampaknya. Pasokan DDR5 yang lebih sedikit membuat harga sulit stabil, terutama untuk kapasitas besar dan kecepatan tinggi. Meski begitu, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung selamanya.
Produsen China Disebut Bisa Jadi Penyeimbang Pasar
Harapan mulai muncul setelah mantan petinggi Samsung mengungkap kemungkinan harga RAM mulai turun pada tahun depan. Salah satu faktor utamanya adalah ekspansi agresif produsen China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), dalam meningkatkan produksi DRAM.
CXMT saat ini terus memperbesar kapasitas manufaktur untuk memenuhi kebutuhan pasar memori global. Jika produksi berjalan sesuai target, pasokan DRAM diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Ketika stok mulai melimpah, tekanan harga kemungkinan ikut menurun. Artinya, harga DDR5 yang saat ini melambung bisa kembali lebih stabil dan terjangkau untuk pasar konsumen.
Meski belum ada jaminan harga akan langsung turun drastis, banyak pengamat industri menilai langkah ekspansi produsen China dapat menjadi faktor penting untuk menyeimbangkan pasar memori global.
Bagi pengguna PC yang berencana upgrade dalam waktu dekat, situasi ini membuat banyak orang memilih menunggu. Apalagi jika tren produksi DRAM meningkat tahun depan, peluang harga RAM kembali “waras” menjadi semakin terbuka.






