Home / AI

Di Tengah PHK Massal, Profesi Ini Justru Melejit Karena AI

Tuesday, 19 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Era AI membuka peluang karier baru. Forward-deployed engineer kini disebut sebagai salah satu profesi paling aman dan paling dicari di industri teknologi global. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Era AI membuka peluang karier baru. Forward-deployed engineer kini disebut sebagai salah satu profesi paling aman dan paling dicari di industri teknologi global. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

TECHRUNNER – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah lanskap industri teknologi global secara drastis. Banyak perusahaan teknologi melakukan efisiensi besar-besaran hingga memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun di balik tren tersebut, sejumlah profesi baru justru mengalami lonjakan permintaan yang sangat tinggi. Salah satu posisi yang kini disebut paling diburu adalah forward-deployed engineer (FDE).

Dilansir dari laman resmi Business Insider pada Selasa, 19 Mei 2026. Profesi ini menjadi salah satu peran paling strategis dalam implementasi AI generatif di berbagai perusahaan teknologi dunia.

CEO Aaron Levie dari Box bahkan menyebut posisi FDE kini menjadi fungsi terpenting dalam peluncuran teknologi AI modern.

Apa Itu Forward-Deployed Engineer?

Forward-Deployed Engineer menjadi salah satu profesi teknologi dengan gaji fantastis dan prospek cerah di era AI generatif. (Pexels/Tara Winstead)

Forward-deployed engineer merupakan profesi hybrid yang menggabungkan kemampuan teknis, konsultasi bisnis, serta implementasi teknologi secara langsung di lapangan.

Berbeda dengan software engineer biasa, FDE bekerja langsung bersama klien untuk memahami kebutuhan bisnis, kemudian menyesuaikan sistem AI agar dapat diterapkan secara nyata dalam operasional perusahaan.

Tugas mereka mencakup berbagai hal, seperti:

  • Integrasi chatbot AI ke layanan pelanggan
  • Otomatisasi analisis dokumen perusahaan
  • Pengembangan sistem AI logistik
  • Menghubungkan model AI dengan database internal perusahaan

Karena berada di garis depan implementasi teknologi, posisi ini dianggap sangat penting dalam mempercepat adopsi AI di dunia bisnis.

Lowongan FDE Meledak Hingga Ribuan Persen

Data dari platform rekrutmen Indeed menunjukkan lonjakan kebutuhan profesi FDE meningkat sangat tajam dalam dua tahun terakhir.

Pada April 2025, jumlah lowongan pekerjaan FDE tercatat meningkat sekitar 543 persen dibanding Januari 2025. Sementara pada April 2026, angka tersebut melonjak hingga lebih dari 5.230 persen dibanding awal 2025.

Kondisi ini terjadi karena perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan model AI, tetapi juga tenaga ahli yang mampu memastikan teknologi tersebut benar-benar berjalan optimal di lingkungan bisnis pelanggan.

Posisi FDE sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Palantir Technologies dan kini diadopsi banyak perusahaan AI besar seperti OpenAI, Anthropic, Google Cloud, hingga Amazon Web Services.

Gaji Fantastis Tembus Miliaran Rupiah

Tingginya permintaan serta minimnya talenta membuat profesi FDE memiliki nilai bayaran yang sangat besar.

Sejumlah perusahaan teknologi global menawarkan gaji mulai dari US$170 ribu hingga lebih dari US$200 ribu per tahun atau setara miliaran rupiah.

Bahkan beberapa posisi senior disebut mampu memperoleh kompensasi jauh lebih tinggi tergantung pengalaman dan kemampuan implementasi AI yang dimiliki.

Deretan Profesi Baru yang Muncul Karena Booming AI

Selain FDE, perkembangan AI juga melahirkan banyak profesi baru yang sebelumnya hampir tidak dikenal di industri teknologi.

1. AI Evangelist dan AI Storyteller

Perusahaan AI kini membutuhkan figur yang mampu menjadi wajah sekaligus narator teknologi mereka.

Perusahaan seperti Anthropic membuka posisi Claude Evangelist, sementara Adobe mencari Business Architect & AI Evangelist.

Profesi ini bertugas menjelaskan teknologi AI kepada publik, startup, hingga media dengan gaji mencapai lebih dari US$240 ribu per tahun.

2. AI Accelerator

Posisi ini bertugas mendorong penggunaan AI di internal perusahaan.

Stripe dan Box menjadi contoh perusahaan yang mulai merekrut AI Accelerator untuk memastikan seluruh tim kerja memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari.

3. Filsuf AI Mulai Dibutuhkan

Fenomena menarik lainnya adalah masuknya lulusan filsafat ke industri teknologi.

Perusahaan seperti Google DeepMind dan Anthropic kini memiliki tim filsuf internal untuk memastikan model AI tetap selaras dengan nilai dan etika manusia.

Profesi ini fokus pada keamanan AI, etika penggunaan teknologi, hingga dampak sosial AI di masa depan.

4. AI Gig Worker dan Vibe Coder

Di level lain, muncul pula pekerjaan berbasis ekonomi gig untuk melatih model AI.

Perusahaan seperti Scale AI dan Mercor merekrut pekerja untuk memberi penilaian terhadap hasil AI, membantu pelatihan bahasa, hingga mengajarkan AI memahami humor manusia.

Sementara tren vibe coding juga mulai populer, yakni pengembangan aplikasi menggunakan bantuan AI generatif tanpa coding tradisional yang rumit.

5. Chief AI Officer Kini Jadi Jabatan Bergengsi

Perusahaan besar mulai menempatkan AI di level direksi melalui posisi Chief AI Officer.

PwC, Accenture, hingga Raymond James sudah membentuk jabatan khusus terkait AI.

Bahkan sejumlah pemerintah daerah di Amerika Serikat mulai membuka posisi kepala AI untuk mengatur strategi transformasi digital berbasis kecerdasan buatan.

Gaji posisi ini diperkirakan mencapai US$265 ribu hingga hampir US$500 ribu per tahun.

AI Bukan Sekadar Menghilangkan Pekerjaan

Gelombang AI memang membuat banyak pekerjaan lama mulai tergeser. Namun di sisi lain, teknologi ini juga membuka peluang profesi baru dengan nilai ekonomi yang sangat besar.

Forward-deployed engineer menjadi contoh nyata bagaimana kemampuan menghubungkan teknologi AI dengan kebutuhan bisnis kini menjadi aset paling dicari di industri global.

Berita Terkait

Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Chatbot AI Meta
Harga RAM DDR5 Melonjak Gara-Gara Ledakan AI, Pengguna PC dan Gamer Mulai Ngeluh
Agen AI Dinilai Picu Kerusakan Tersembunyi dalam Pengembangan Software
Gemini Omni Jadi Terobosan Baru Google di Dunia AI Generatif
7 Prompt AI yang Bisa Membantu Pemula Belajar Trading Bitcoin
Mengenal Brain Computer Interface, Teknologi yang Hubungkan Otak Manusia dengan AI
15 Prompt Gemini AI yang Bikin Foto Diri Terlihat Mahal dan Sinematik
TikTok Tak Lagi Sekadar Medsos, ByteDance Kini All Out Bangun Kerajaan AI

Insan Sujadi

Seorang penulis dan pemerhati perkembangan teknologi digital yang memiliki minat besar pada dunia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Aktif menulis berbagai artikel seputar teknologi, inovasi digital, gadget, hingga tren AI terbaru yang berkembang di tingkat global.

instagram

Berita Terkait

Friday, 29 May 2026 - 11:02

Harga RAM DDR5 Melonjak Gara-Gara Ledakan AI, Pengguna PC dan Gamer Mulai Ngeluh

Tuesday, 26 May 2026 - 16:09

Agen AI Dinilai Picu Kerusakan Tersembunyi dalam Pengembangan Software

Thursday, 21 May 2026 - 14:30

Gemini Omni Jadi Terobosan Baru Google di Dunia AI Generatif

Tuesday, 19 May 2026 - 16:32

Di Tengah PHK Massal, Profesi Ini Justru Melejit Karena AI

Tuesday, 12 May 2026 - 16:32

7 Prompt AI yang Bisa Membantu Pemula Belajar Trading Bitcoin

Berita Terbaru