TECHRUNNER – Kita semua tahu tidak semua musuh datang dari pihak lawan. Terkadang, sosok yang paling menyakitkan justru adalah karakter yang sebelumnya dipercaya sebagai teman, mentor, atau sekutu utama.
Momen pengkhianatan karakter dalam sebuah game seperti sering kali menjadi salah satu bagian paling berkesan karena mampu mengubah arah cerita sekaligus meninggalkan dampak emosional bagi pemain.
Sejumlah karakter bahkan dikenang bertahun-tahun setelah game mereka dirilis karena keputusan yang dianggap mengkhianati kepercayaan pemain. Bukan hanya karena faktor kejutan, tetapi juga karena motivasi dan konsekuensi dari tindakan mereka yang terasa masuk akal dalam alur cerita.
Berikut 5 karakter yang kerap dianggap sebagai pengkhianat terbesar dalam sejarah video game yang dilansir dari channel Youtube @The Lazy Monday.
1. Wheatley – Portal 2
Pada awal permainan Portal 2, Wheatley tampil sebagai AI yang ceroboh, lucu, dan membantu pemain melewati berbagai teka-teki. Kehadirannya memberikan nuansa ringan di tengah atmosfer laboratorium yang misterius.
Namun situasi berubah drastis ketika Wheatley berhasil mengambil alih sistem milik GLaDOS. Kekuasaan yang ia peroleh membuatnya berubah menjadi sosok yang haus kendali dan akhirnya berbalik melawan pemain.
Pengkhianatan Wheatley terasa mengejutkan karena muncul dalam game puzzle yang sebelumnya banyak dibumbui humor. Fakta bahwa ia awalnya dirancang sebagai AI dengan kecerdasan rendah justru membuat perubahan karakternya semakin menarik untuk diikuti.
2. General Shepherd – Call of Duty: Modern Warfare 2
Nama General Shepherd hampir selalu muncul ketika membahas pengkhianatan paling ikonik dalam video game. Sebagai pemimpin Task Force 141, Shepherd awalnya terlihat sebagai figur militer yang berkomitmen memburu Vladimir Makarov. Namun di balik misinya, ia ternyata memiliki agenda pribadi yang jauh lebih besar.
Ambisi untuk membangun citra pahlawan perang membuat Shepherd memanipulasi konflik antara Amerika Serikat dan Rusia. Titik paling mengejutkan terjadi ketika ia menembak Ghost dan Roach setelah keduanya berhasil memperoleh informasi penting mengenai Makarov.
Adegan tersebut menjadi salah satu momen yang paling membekas dalam sejarah seri Call of Duty.
3. Dutch van der Linde – Red Dead Redemption 2
Berbeda dengan pengkhianatan yang terjadi secara tiba-tiba, kisah Dutch van der Linde berkembang secara perlahan sepanjang Red Dead Redemption 2.
Dutch dikenal sebagai pemimpin karismatik yang dihormati anggota gengnya. Namun tekanan yang terus meningkat membuatnya semakin paranoid. Pengaruh Micah Bell juga mempercepat perubahan sikapnya.
Seiring berjalannya cerita, Dutch mulai meninggalkan rekan-rekannya, mengabaikan keselamatan anggota geng, dan kehilangan nilai-nilai yang selama ini ia perjuangkan. Pada akhirnya, ia bahkan berseberangan dengan Arthur Morgan dan John Marston, dua orang yang paling setia kepadanya.
4. Big Smoke – GTA: San Andreas
Bagi banyak pemain Grand Theft Auto: San Andreas, pengkhianatan Big Smoke merupakan salah satu yang paling legendaris.
Big Smoke awalnya dikenal sebagai sahabat dekat Carl “CJ” Johnson dan bagian dari keluarga besar Grove Street Families. Namun di balik hubungan tersebut, ia diam-diam bekerja sama dengan geng Ballas dan polisi korup Frank Tenpenny.
Keputusannya didorong oleh keinginan untuk mendapatkan uang, kekuasaan, dan pengaruh yang lebih besar. Dampaknya sangat besar karena tindakannya ikut menghancurkan organisasi yang selama ini menjadi rumah bagi dirinya sendiri.
Momen terungkapnya pengkhianatan Big Smoke hingga kini masih sering dibahas oleh komunitas penggemar GTA.
5. Jowy Atreides – Suikoden II
Di antara semua nama dalam daftar ini, Jowy Atreides mungkin menjadi karakter dengan motivasi paling kompleks.
Jowy tidak berkhianat karena keserakahan atau ambisi pribadi semata. Ia dihadapkan pada tekanan politik, ancaman terhadap orang-orang yang dicintainya, serta situasi perang yang sulit dihindari.
Ia memilih jalan yang membuatnya berseberangan dengan sahabatnya sendiri karena percaya bahwa keputusan tersebut dapat menciptakan perdamaian yang lebih besar. Inilah yang membuat kisah Jowy terasa tragis sekaligus emosional.
Banyak pemain melihat tindakannya bukan sebagai pengkhianatan mutlak, melainkan konsekuensi dari pilihan yang sangat sulit.
Wheatley tergoda oleh kekuasaan, General Shepherd dibutakan ambisi, Dutch kehilangan arah karena paranoia, Big Smoke mengejar keuntungan pribadi, sementara Jowy memilih jalan yang menurutnya dapat membawa perdamaian.
Perbedaan motivasi tersebut membuktikan bahwa pengkhianatan terbaik dalam sebuah game tidak selalu lahir dari keserakahan. Justru ketika karakter memiliki alasan yang kuat dan dampaknya terasa besar terhadap cerita, momen itu akan terus dikenang bahkan setelah permainan selesai dimainkan






