Home / AI

Google Batasi AI Gemini untuk Meta Akibat Keterbatasan Infrastruktur, Proyek Internal Terdampak

Monday, 29 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google dikabarkan mengurangi akses Meta terhadap AI Gemini seiring meningkatnya tekanan terhadap kapasitas komputasi global. (Sumber: Pexels/BM Amaro)

Google dikabarkan mengurangi akses Meta terhadap AI Gemini seiring meningkatnya tekanan terhadap kapasitas komputasi global. (Sumber: Pexels/BM Amaro)

TECHRUNNER – Industri kecerdasan buatan (AI) kembali dihadapkan pada persoalan keterbatasan infrastruktur.

Kali ini, Google dikabarkan membatasi penggunaan model AI Gemini oleh Meta karena kapasitas komputasi yang tersedia tidak mampu memenuhi permintaan perusahaan media sosial tersebut.

Laporan yang pertama kali diungkap oleh Financial Times menyebutkan bahwa pembatasan tersebut menjadi salah satu indikasi nyata bahwa lonjakan kebutuhan AI mulai melampaui kemampuan infrastruktur yang ada.

Meta Jadi Klien yang Paling Terdampak

Ilustrasi Meta.
Ilustrasi logo Meta. Raksasa media sosial tersebut disebut mulai mengurangi ketergantungan pada model AI eksternal dan memperkuat pengembangan AI internal. (Sumber: Pexels/Julio Lopez)

Dilansir dari laman Financial Times pada Senin 29 Juni 2026. Google, yang berada di bawah naungan Alphabet Inc., menerapkan pembatasan layanan kepada sejumlah pelanggan.

Namun, Meta disebut menjadi perusahaan yang paling merasakan dampaknya. Akibat kebijakan tersebut, beberapa proyek internal Meta mengalami penyesuaian.

Perusahaan bahkan dilaporkan meminta karyawannya untuk menggunakan token AI secara lebih efisien guna mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Baik Google maupun Meta belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Gemini Sempat Jadi Andalan untuk Moderasi Konten

Sebelumnya, Meta diketahui memanfaatkan model AI Gemini untuk mendukung berbagai proses keamanan di platformnya.

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menghapus konten berbahaya, mendeteksi aktivitas penipuan, hingga memperkuat sistem moderasi otomatis.

Laporan menyebutkan bahwa performa Gemini dinilai lebih unggul dibandingkan model open-source milik Meta sendiri, yakni Llama, untuk beberapa tugas tertentu.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir Meta mulai mengurangi ketergantungannya terhadap model eksternal dan beralih ke model AI internal terbarunya yang bernama Muse Spark.

Krisis Kapasitas Komputasi Jadi Tantangan Industri AI

Pesatnya perkembangan teknologi AI global telah meningkatkan kebutuhan akan pusat data, daya listrik, serta kapasitas komputasi dalam skala besar.

Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan teknologi besar berlomba memperluas infrastruktur mereka agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Awal Juni 2026, Google dilaporkan menyepakati kerja sama layanan cloud bernilai sekitar US$30 miliar dengan SpaceX milik Elon Musk.

Kesepakatan tersebut mencakup penyediaan kapasitas komputasi dalam jumlah besar hingga pertengahan 2029 sebagai upaya memenuhi lonjakan kebutuhan AI.

Meta Terus Tingkatkan Investasi AI

Di sisi lain, AI tetap menjadi prioritas utama CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam mengembangkan visi jangka panjang perusahaan.

Sebagai bagian dari strategi efisiensi sekaligus percepatan pengembangan AI, Meta sebelumnya mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau setara dengan 8.000 posisi.

Selain itu, perusahaan juga telah memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke berbagai posisi baru yang berkaitan dengan pengembangan teknologi AI dalam rangka restrukturisasi bisnis secara menyeluruh.

Berita Terkait

Google Sebut Indonesia Jadi Raja Kreativitas Pengguna Gemini di Asia Tenggara
6 Aplikasi AI Pembuat Video Gratis untuk TikTok Affiliate, Tanpa Skill Editing
Bukan Lagi Fiksi, AI Kini Mampu Menjalankan Serangan Siber Tanpa Bantuan Manusia
Mengejutkan, AI Kini Mampu Menciptakan Meme dan Budaya Sendiri
Facebook Makin Canggih! Ini Cara Pakai AI Mode untuk Edit Foto
Dugaan Penipuan Menggunakan Gemini AI, Google Dorong Regulasi Ketat Lawan Scam
Jelang IPO, OpenAI dan Anthropic Berpotensi Adu Murah Layanan AI
Siri Bakal Mirip ChatGPT? Ini Prediksi Fitur AI Terbaru Apple di WWDC 2026
Tag :

Insan Sujadi

Seorang penulis dan pemerhati perkembangan teknologi digital yang memiliki minat besar pada dunia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Aktif menulis berbagai artikel seputar teknologi, inovasi digital, gadget, hingga tren AI terbaru yang berkembang di tingkat global.

instagram

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 14:09

Google Sebut Indonesia Jadi Raja Kreativitas Pengguna Gemini di Asia Tenggara

Saturday, 11 July 2026 - 16:08

6 Aplikasi AI Pembuat Video Gratis untuk TikTok Affiliate, Tanpa Skill Editing

Thursday, 9 July 2026 - 16:07

Bukan Lagi Fiksi, AI Kini Mampu Menjalankan Serangan Siber Tanpa Bantuan Manusia

Monday, 29 June 2026 - 16:58

Google Batasi AI Gemini untuk Meta Akibat Keterbatasan Infrastruktur, Proyek Internal Terdampak

Sunday, 21 June 2026 - 18:57

Mengejutkan, AI Kini Mampu Menciptakan Meme dan Budaya Sendiri

Berita Terbaru