Kodok Zuma Pernah Dituding Plagiat, Sekarang Malah Jadi Game Legendaris

Tuesday, 30 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Game Kodok Zuma menjadi salah satu puzzle game paling populer di era 2000-an. Meski sempat menuai kontroversi karena dianggap memiliki konsep serupa dengan Pass Loop. (Sumber: Steam)

Game Kodok Zuma menjadi salah satu puzzle game paling populer di era 2000-an. Meski sempat menuai kontroversi karena dianggap memiliki konsep serupa dengan Pass Loop. (Sumber: Steam)

TECHRUNNER – Anak sekarang pasti familiar kodok Zuma yang legendaris di era 2000-an, game yang hampir selalu ditemukan di komputer rumah maupun kantor. Gameplay sederhana yang mengharuskan pemain mencocokkan bola berwarna ternyata mampu membuat banyak orang ketagihan, bahkan mereka yang sebelumnya bukan penggemar video game.

Di balik kesuksesannya, Zuma ternyata menyimpan sejarah yang cukup kontroversial. Game besutan PopCap Games itu pernah dituding menjiplak konsep permainan lain yang lebih dulu hadir di arcade.

Meski demikian, kontroversi tersebut tidak menghentikan laju Zuma hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu game puzzle paling berpengaruh sepanjang masanya.

Zuma Pernah Dituduh Meniru Pass Loop

Melansir dari channel Youtube @arronmunroe, Zuma pertama kali dirilis pada 2003 oleh PopCap Games dengan Jason Kapalka sebagai salah satu desainer utamanya. Dalam waktu singkat, game ini berkembang menjadi fenomena global dan tersedia di berbagai platform, mulai dari PC, konsol, perangkat mobile hingga sistem hiburan dalam pesawat.

Popularitasnya bahkan membuat Zuma memperoleh sejumlah penghargaan industri game, termasuk penghargaan Game of the Year versi RealArcade pada 2004.

Namun, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mulus. Banyak pihak menilai mekanisme permainan Zuma sangat mirip dengan Pass Loop (juga dikenal sebagai Ballistic), game arcade milik Mitchell Corporation yang telah dirilis lebih dahulu.

Kodok Zuma
Tampilan game Puzz Loop yang dituding mirip dengan Game Kodok Zuma (Sumber: Youtube/@arronmunroe)

Kedua game sama-sama mengusung konsep menembakkan bola berwarna ke rangkaian bola yang terus bergerak hingga membentuk kombinasi tiga warna atau lebih. Kemiripan inilah yang memicu tuduhan plagiarisme terhadap PopCap Games.

Jason Kapalka membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa Zuma bukan sekadar tiruan, melainkan pengembangan dari konsep yang sudah ada dengan menghadirkan identitas, penyempurnaan, serta pengalaman bermain yang berbeda.

Di sisi lain, CEO Mitchell Corporation, Roy Ozaki, mengaku frustrasi atas kemiripan tersebut. Namun, perusahaan memilih tidak membawa kasus itu ke jalur hukum karena biaya litigasi dinilai terlalu besar, terlebih setelah PopCap menjadi bagian dari perusahaan yang memiliki dukungan finansial jauh lebih kuat.

Mengapa Zuma Justru Lebih Populer?

Meski konsep permainannya diperdebatkan, banyak pemain menilai kesuksesan Zuma bukan hanya berasal dari ide dasarnya. Ada sejumlah faktor yang membuat game ini mampu bertahan hingga sekarang.

Beberapa alasan yang membuat Zuma tetap dikenang antara lain:

  • Gameplay sederhana sehingga mudah dipahami semua kalangan.
  • Tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap sehingga tetap menantang.
  • Visual bertema peradaban kuno Amerika Tengah yang masih nyaman dipandang hingga kini.
  • Sistem power-up yang membuat permainan lebih bervariasi.
  • Cerita sederhana mengenai dewa katak yang menjaga keseimbangan dunia, memberikan identitas unik dibanding game puzzle lainnya.

Perpaduan elemen tersebut membuat Zuma mampu menjangkau pemain kasual sekaligus gamer berpengalaman. Banyak orang memainkannya sebagai hiburan ringan tanpa harus mempelajari mekanisme yang rumit.

Tetap Relevan Setelah Lebih dari Dua Dekade

Lebih dari 20 tahun sejak dirilis, game kodok Zuma masih sering dimainkan melalui versi PC maupun perangkat modern. Hal ini menunjukkan bahwa desain gameplay yang sederhana, namun memiliki tantangan konsisten, mampu bertahan melampaui perkembangan teknologi.

Kontroversi mengenai kemiripannya dengan Pass Loop memang masih menjadi bagian dari sejarah Zuma. Namun, keberhasilan sebuah permainan tidak hanya ditentukan oleh ide awal, melainkan juga kualitas eksekusi, penyempurnaan mekanisme, presentasi visual, dan kemampuan menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan.

Dibawah ini adalah 2 game play berbeeda dari game Pass Loop dan Zuma Deluxe. Bagaimana menurut kalian apakah mirip?

Berita Terkait

5 Rekomendasi Game Gacha Android Terbaik 2026, Seru dan Menarik
Assassin’s Creed Black Flag Resynced Bangkit, Rating Steam Kini Mostly Positive
Captain Tsubasa 2 Kenalkan Eko Jawato sebagai Bintang Timnas Indonesia
Cara Cek Harga Akun Mobile Legends Terbaru 2026, Lengkap dengan Tips agar Laku Mahal
Ini Bocoran Spesifikasi Perangkat Untuk Bermain Genshin Impact Versi 7.0, Pengguna HP Android Wajib Cek!
Cheat Guitar Hero Indonesia Buat Buka Semua Lagu Sekaligus
Bocoran PS6 Hadir dengan Konsep Hybrid serta Harga Tembus Rp17 Jutaan
15 Game PC Gratis Spek Rendah yang Masih Ramai Dimainkan pada 2026

Yusuf Sidiq Khoiruman

Berpengalaman sebagai SEO Writer selama empat tahun dengan ketertarikan pada isu perkembangan teknologi, gaya hidup dan budaya populer.

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 12:37

5 Rekomendasi Game Gacha Android Terbaik 2026, Seru dan Menarik

Monday, 13 July 2026 - 13:10

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Bangkit, Rating Steam Kini Mostly Positive

Saturday, 11 July 2026 - 21:03

Captain Tsubasa 2 Kenalkan Eko Jawato sebagai Bintang Timnas Indonesia

Saturday, 11 July 2026 - 13:08

Cara Cek Harga Akun Mobile Legends Terbaru 2026, Lengkap dengan Tips agar Laku Mahal

Saturday, 11 July 2026 - 07:00

Ini Bocoran Spesifikasi Perangkat Untuk Bermain Genshin Impact Versi 7.0, Pengguna HP Android Wajib Cek!

Berita Terbaru