TECHRUNNER – Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) generatif semakin memanas.
OpenAI dikabarkan tengah mempertimbangkan strategi pemangkasan harga layanan mereka sebagai langkah antisipatif jika pesaing utama, Anthropic PBC, lebih dulu menurunkan biaya penggunaan platform AI miliknya.
Kabar tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya perang harga di sektor AI.
Terutama saat perusahaan-perusahaan teknologi tersebut bersiap memasuki pasar publik melalui penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
OpenAI Pertimbangkan Penurunan Harga Token AI

Dilansir dari laman The Wall Street Journal pada Jumat, 12 Juni 2026. OpenAI sedang mengevaluasi sejumlah opsi penyesuaian tarif, termasuk kemungkinan memangkas harga token yang menjadi satuan pengukuran penggunaan layanan AI.
Sumber yang mengetahui pembahasan internal perusahaan menyebutkan bahwa langkah tersebut akan dipertimbangkan apabila Anthropic mengambil kebijakan serupa.
Namun hingga saat ini, diskusi masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.
OpenAI sendiri belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Persaingan OpenAI dan Anthropic Semakin Ketat
Kedua perusahaan kini berlomba memperluas basis pengguna sekaligus meningkatkan pendapatan sebelum melantai di bursa saham.
OpenAI diketahui telah mengajukan dokumen pencatatan saham publik pada pekan ini. Perusahaan tersebut sebelumnya memperoleh valuasi sekitar US$852 miliar dalam putaran pendanaan yang berlangsung pada Maret lalu.
Sementara itu, Anthropic juga dikabarkan telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk mempersiapkan proses IPO. Pada penggalangan dana terbaru bulan lalu, valuasi perusahaan tersebut mencapai sekitar US$965 miliar.
Raksasa Teknologi Turut Memanaskan Persaingan AI
Tidak hanya bersaing satu sama lain, OpenAI dan Anthropic juga harus menghadapi tekanan dari perusahaan teknologi besar yang telah lama menguasai pasar digital.
Beberapa nama besar seperti Microsoft dan Google terus mengembangkan produk AI mereka masing-masing untuk mempertahankan posisi di tengah ledakan inovasi kecerdasan buatan.
Di sisi lain, kelompok usaha milik Elon Musk yang mencakup SpaceX, xAI, serta platform X juga disebut-sebut tengah mempersiapkan langkah IPO dengan valuasi yang diperkirakan mencapai sekitar US$1,8 triliun.
Antusiasme AI Mulai Dihadapkan pada Masalah Biaya
Meski industri AI masih berkembang pesat, sejumlah perusahaan mulai memperhatikan besarnya biaya operasional yang muncul akibat penggunaan teknologi tersebut.
Beberapa korporasi besar dilaporkan telah menerapkan pembatasan penggunaan alat berbasis AI untuk mengendalikan pengeluaran.
Hal serupa juga dilakukan oleh Walmart yang memperketat penggunaan agen AI internal di kalangan karyawannya.
Apakah Harga ChatGPT Akan Lebih Murah?
Jika OpenAI dan Anthropic benar-benar memangkas tarif layanan mereka, pengguna berpotensi menikmati biaya penggunaan AI yang lebih rendah, baik untuk pelanggan individu maupun perusahaan.
Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari kedua perusahaan.
Para pelaku industri menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai strategi harga yang akan diambil menjelang IPO, yang diperkirakan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investor dan memperluas pangsa pasar AI global.






