Teknologi AI Makin Canggih, Nasib Customer Service Dipertanyakan

Friday, 5 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. AI disebut akan menggantikan sebagian besar tugas customer service. Namun, peran manusia masih dibutuhkan untuk menangani persoalan pelanggan yang lebih kompleks dan membutuhkan empati serta pengambilan keputusan. (Sumber: Pixabay/Mohammad_usman)

Ilustrasi. AI disebut akan menggantikan sebagian besar tugas customer service. Namun, peran manusia masih dibutuhkan untuk menangani persoalan pelanggan yang lebih kompleks dan membutuhkan empati serta pengambilan keputusan. (Sumber: Pixabay/Mohammad_usman)

TECHRUNNER – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah cara perusahaan melayani pelanggan. Bahkan, CEO Verizon Communications, Dan Schulman, memperkirakan teknologi AI akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh petugas customer service.

Pernyataan tersebut disampaikan Schulman dalam konferensi Bloomberg Tech yang berlangsung di San Francisco dikutip Jumat, 5 Juni 2026. Menurutnya, AI akan menciptakan disrupsi besar terhadap sejumlah jenis pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan tugas-tugas administratif dan layanan pelanggan yang bersifat rutin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran manusia tidak akan sepenuhnya hilang. AI dinilai lebih efektif dalam menangani pertanyaan sederhana seperti reset kata sandi, pengecekan tagihan, atau permintaan informasi dasar lainnya.

Sementara itu, kasus yang membutuhkan empati, analisis, dan pengambilan keputusan kompleks masih akan melibatkan tenaga manusia.

Kolaborasi AI dan Manusia Jadi Model Masa Depan

Ilustrasi. CEO Verizon memprediksi teknologi AI akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan customer service. Perusahaan pun mulai menginvestasikan jutaan dolar untuk melatih karyawan menghadapi perubahan besar di dunia kerja. (Sumber: Pixabay/BrianPenny)

Schulman meyakini masa depan layanan pelanggan bukanlah persaingan antara manusia dan AI, melainkan kolaborasi keduanya.

Dalam skema yang sedang dikembangkan Verizon, agen AI akan menjadi lapisan pertama yang menangani kebutuhan pelanggan secara cepat dan efisien.

Ketika muncul persoalan yang lebih rumit, sistem akan meneruskan kasus tersebut kepada petugas manusia yang didukung oleh teknologi AI.

Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kecepatan layanan sekaligus menjaga kualitas pengalaman pelanggan.

Strategi Verizon Tingkatkan Kinerja Bisnis Lewat AI

Adopsi AI menjadi bagian penting dari strategi transformasi Verizon di bawah kepemimpinan Schulman. Operator telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat itu tengah berupaya bangkit setelah mengalami pertumbuhan pelanggan yang relatif lambat dalam beberapa tahun terakhir.

Verizon sebelumnya banyak mengandalkan kenaikan tarif dan biaya bulanan untuk meningkatkan pendapatan. Namun strategi tersebut justru memicu ketidakpuasan pelanggan dan meningkatkan risiko perpindahan ke kompetitor seperti AT&T dan T-Mobile US.

Sebagai respons, Verizon mulai menawarkan berbagai promosi baru, penyederhanaan layanan, serta peningkatan pengalaman pelanggan yang didukung teknologi AI. Hasil awalnya cukup positif.

Pada kuartal pertama 2026, Verizon berhasil mencatat pertumbuhan pelanggan seluler untuk pertama kalinya pada periode tersebut sejak 2013.

PHK dan Program Pelatihan Ulang Jadi Tantangan Transformasi

Di tengah transformasi digital tersebut, Verizon juga menghadapi tantangan besar. Schulman telah memimpin perusahaan melalui gangguan jaringan berskala luas dan program pengurangan tenaga kerja yang berdampak pada lebih dari 13.000 karyawan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak AI terhadap dunia kerja, Verizon mengalokasikan dana sebesar US$20 juta untuk program pelatihan ulang karyawan.

Program tersebut mencakup pembelajaran keterampilan AI, termasuk teknik menulis prompt yang efektif dan pengembangan agen AI.

Hingga kini, sekitar 7.000 pekerja telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Schulman juga aktif berdiskusi dengan regulator dan pemerintah Amerika Serikat mengenai penerapan AI yang bertanggung jawab.

Apakah Customer Service Akan Hilang?

Prediksi Verizon menunjukkan bahwa profesi customer service kemungkinan tidak akan hilang sepenuhnya, tetapi akan mengalami perubahan besar.

Tugas-tugas yang berulang dan mudah diotomatisasi berpotensi digantikan oleh AI. Sebaliknya, kemampuan manusia seperti empati, negosiasi, kreativitas, dan penyelesaian masalah kompleks masih menjadi nilai yang sulit ditiru oleh mesin.

Karena itu, pekerja di sektor layanan pelanggan diperkirakan perlu beradaptasi dengan menguasai keterampilan baru agar dapat bekerja berdampingan dengan teknologi AI, bukan bersaing dengannya.

Sejumlah pemimpin industri teknologi juga menilai 2026 sebagai periode percepatan implementasi AI di berbagai sektor bisnis, termasuk layanan pelanggan.

Berita Terkait

Efek AI ke Ekonomi Global: Hampir 2 Juta Orang Jadi Kaya dalam Setahun
Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Chatbot AI Meta
Harga RAM DDR5 Melonjak Gara-Gara Ledakan AI, Pengguna PC dan Gamer Mulai Ngeluh
Agen AI Dinilai Picu Kerusakan Tersembunyi dalam Pengembangan Software
Gemini Omni Jadi Terobosan Baru Google di Dunia AI Generatif
Di Tengah PHK Massal, Profesi Ini Justru Melejit Karena AI
7 Prompt AI yang Bisa Membantu Pemula Belajar Trading Bitcoin
Mengenal Brain Computer Interface, Teknologi yang Hubungkan Otak Manusia dengan AI

Insan Sujadi

Seorang penulis dan pemerhati perkembangan teknologi digital yang memiliki minat besar pada dunia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Aktif menulis berbagai artikel seputar teknologi, inovasi digital, gadget, hingga tren AI terbaru yang berkembang di tingkat global.

instagram

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 17:08

Teknologi AI Makin Canggih, Nasib Customer Service Dipertanyakan

Thursday, 4 June 2026 - 15:33

Efek AI ke Ekonomi Global: Hampir 2 Juta Orang Jadi Kaya dalam Setahun

Tuesday, 2 June 2026 - 17:39

Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Chatbot AI Meta

Friday, 29 May 2026 - 11:02

Harga RAM DDR5 Melonjak Gara-Gara Ledakan AI, Pengguna PC dan Gamer Mulai Ngeluh

Tuesday, 26 May 2026 - 16:09

Agen AI Dinilai Picu Kerusakan Tersembunyi dalam Pengembangan Software

Berita Terbaru