TECHRUNNER – Baru-baru ini, Google memberikan informasi resmi mengenai langkah dalam melawan praktik penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu menggugat sebuah kelompok yang dikenal sebagai “Outsider Enterprise” karena diduga melakukan aksi penipuan menggunakan Gemini AI.
Kelompok yang diketahui berbasis di Tiongkok itu berkoordinasi melalui platform Telegram. Mereka mendistribusikan “phishing kit” canggih yang memungkinkan pelaku mengirimkan pesan teks palsu.
Kemudian, pesan tersebut dirancang sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah berasal dari Google atau merek terpercaya lainnya untuk mengelabui korban.
Skala operasi dari kelompok ini tergolong sangat besar dan terorganisir. Berdasarkan data internal yang dirilis, taktik phishing yang mereka jalankan telah memakan banyak korban.
“Ratusan ribu korban telah menjadi sasaran penipuan finansial dengan total kerugian diperkirakan mencapai jutaan dolar. Terdapat 9.000 situs palsu dan lebih dari satu juta URL penipuan yang terhubung dengan kelompok ini,” tulis keterangan resmi Google dikutip Senin, 15 Juni 2026.
Selain memantau pergerakan situs palsu, sistem keamanan Google juga menemukan sebanyak 55.000 pesan mencurigakan di dalam platform Google Messages khusus untuk pengguna Android hanya dalam periode dua minggu lalu.
“Dalam periode dua minggu tersebut, Enterprise mengirimkan 2,5 juta pesan kepada pengguna Android yang berisi tautan menuju situs web yang dibuat oleh Outsider,” bunyi keterangan tambahan dari Google.
Google Dukung Regulasi Lawan Penipuan Berbasis AI
Melihat ancaman yang terus meningkat, Google secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rancangan undang-undang (RUU) pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat hukum dalam melawan kasus penipuan berbasis AI.
Langkah ini diambil mengingat angka kejahatan internet di Amerika Serikat tengah melonjak tajam. Data dari FBI menunjukkan bahwa mereka menerima total sebanyak 1.008.597 laporan kejahatan di internet sepanjang tahun 2025.
Dari jutaan laporan tersebut, kasus penipuan kripto mendominasi dengan total 181.565 laporan, yang menyebabkan kerugian fantastis diperkirakan mencapai 11 miliar dolar AS.
Adapun regulasi yang didorong, sebagai berikut:
- National Strategy for Combatting Scams Act
- Strategic Task Force on Scam Prevention Act
- STOP Scams Against Seniors Act
- AI Plan Act
- Stopping Cross-border Attack and Manipulation (SCAM) Act
- Artificial Intelligence Public Awareness and Education Campaign Act
- Stop Schemes, Cyber Fraud, Abuse, Manipulation, and Swindles (SCAMS) Act
Saat ini, hampir semua merek teknologi global berlomba-lomba mengintegrasikan model AI ke dalam lini produk mereka.
Tren ini memicu kekhawatiran baru, sebab berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan model AI dapat mendorong perilaku yang berbahaya dalam kondisi tertentu.
Langkah hukum dan desakan regulasi yang diajukan oleh Google ini diharapkan menjadi momentum penting dan upaya antisipasi sekaligus menuntut pertanggungjawaban penuh bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan teknologi AI untuk aksi kejahatan.






