TECHRUNNER.ID – Aplikasi layanan pesan instan Telegram sempat menjadi perbincangan global setelah dilaporkan tak muncul dari App Store milik Apple di sejumlah negara.
Laporan mengenai hilangnya Telegram pertama kali ramai dibahas oleh pengguna iPhone dan iPad yang tidak lagi dapat menemukan aplikasi tersebut melalui fitur pencarian App Store.
Kondisi itu sendiri tidak memengaruhi pengguna yang sebelumnya telah mengunduh Telegram.
Aplikasi tetap dapat dibuka, digunakan untuk berkirim pesan, maupun menerima pembaruan layanan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Telegram juga tetap tersedia melalui Mac App Store untuk pengguna komputer Apple serta Google Play Store bagi perangkat Android.
Lantas, kenapa Telegram tak muncul di App Store Apple? Berikut penjelasan resminya.
Kenapa Telegram Tak Muncul di App Store Apple?
Dalam pembaruan resminya, Telegram mengonfirmasi bahwa aplikasinya telah kembali tersedia di App Store.
Melalui unggahan di platform X, perusahaan menyampaikan bahwa kabar mengenai hilangnya Telegram telah berkembang secara berlebihan.
“Kabar bahwa kami telah menghilang ternyata sangat dibesar-besarkan,” tulisnya, seperti dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Meski demikian, Telegram tidak menjelaskan secara rinci alasan aplikasi tersebut sempat ditarik dari App Store Apple.
Sementara itu, Apple menyatakan penghapusan sementara Telegram dilakukan setelah proses peninjauan menemukan adanya konten yang melanggar pedoman perusahaan mengenai Child Sexual Abuse Material (CSAM) atau materi eksploitasi seksual anak.
Perusahaan menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari aturan ketat yang diterapkan kepada seluruh aplikasi yang tersedia di App Store.
“Kami sempat menghapus Telegram dari App Store setelah peninjauan menemukan konten yang melanggar pedoman ketat kami yang melarang materi eksploitasi seksual anak,” kata Apple kepada blog teknologi 9to5Mac.
Apple juga menjelaskan bahwa Telegram dapat kembali tersedia setelah pengembang mengambil langkah cepat untuk menghapus konten yang dimaksud.
“Aplikasi tersebut kemudian dipulihkan setelah pengembang segera menghapus konten yang dimaksud dan memblokir pengguna yang mengunggahnya,” tambah Apple.
Menanggapi penjelasan Apple, Telegram membenarkan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan terhadap akun yang menjadi temuan dalam proses peninjauan tersebut.
Perusahaan menyatakan telah memblokir pengguna yang mengunggah konten bermasalah sesuai dengan permintaan Apple.
Selain itu, Telegram juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 mereka telah menghapus lebih dari 337.900 grup dan kanal yang berkaitan dengan materi eksploitasi seksual anak atau CSAM.
Riwayat Telegram Pernah Dihapus dari App Store Apple
Penghapusan sementara Telegram dari App Store pada 2026 bukan menjadi kali pertama yang dialami aplikasi perpesanan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Telegram beberapa kali menghadapi penghapusan maupun pemblokiran di sejumlah negara karena persoalan moderasi konten dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
1. Pernah Dihapus Secara Global pada 2018
Kasus serupa pernah terjadi pada Februari 2018 ketika Apple menarik Telegram dari App Store secara global. Langkah tersebut diambil setelah Apple menemukan konten yang dinilai melanggar pedoman perusahaan.
Saat itu, pendiri Telegram, Pavel Durov, menjelaskan bahwa Apple telah memberi tahu perusahaan mengenai temuan tersebut.
Telegram kemudian melakukan pembaruan pada sistem keamanan dan perlindungan konten agar memenuhi ketentuan App Store.
Setelah proses perbaikan selesai dilakukan, aplikasi Telegram akhirnya kembali tersedia dan dapat diunduh oleh pengguna perangkat Apple di berbagai negara.
2. Sempat Diblokir di Brasil pada 2023
Selain menghadapi kebijakan Apple, Telegram juga pernah tersandung persoalan hukum di Brasil pada 2023.
Pemerintah Brasil saat itu memutuskan memblokir sementara Telegram karena perusahaan dinilai tidak memberikan informasi mengenai grup yang diduga menyebarkan ajakan melakukan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kasus tersebut menjadi salah satu contoh meningkatnya tuntutan regulator terhadap platform digital agar lebih aktif bekerja sama dalam penegakan hukum dan pengawasan terhadap penyebaran konten berbahaya.
3. Dihapus dari App Store China pada 2024
Pada 2024, Telegram kembali menghadapi pembatasan distribusi aplikasi, kali ini di wilayah China.
Apple menghapus Telegram dari App Store China bersamaan dengan beberapa aplikasi perpesanan lain, yakni WhatsApp, Threads, dan Signal.
Penghapusan tersebut dilakukan setelah Apple menerima instruksi dari regulator internet China yang mewajibkan perusahaan mematuhi aturan distribusi aplikasi di negara tersebut.









