TECHRUNNER – Mayoritas Pengguna Gemini di Indonesia Pakai AI untuk Bikin Konten, Jadi yang Paling Kreatif di Asia Tenggara
Google mengungkap mayoritas pengguna Gemini di Indonesia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk aktivitas kreatif, terutama menghasilkan konten visual melalui fitur pembuatan gambar berbasis AI.
Dilansir dari Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dirilis Google pada Kamis, 16 Juli 2026. Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan tingkat penggunaan kreatif Gemini tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Sebanyak 32 persen interaksi pengguna Gemini di Indonesia masuk dalam kategori aktivitas kreatif. Angka tersebut melampaui rata-rata regional Asia Tenggara yang berada di level 25 persen.
Pembuatan Gambar AI Jadi Aktivitas Favorit

Dari berbagai aktivitas kreatif yang dilakukan pengguna, pembuatan gambar berbasis AI menjadi fitur yang paling sering dimanfaatkan.
Google mencatat masyarakat Indonesia menghasilkan hampir 9 juta gambar AI setiap hari melalui Gemini.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan lima negara Asia Tenggara lainnya yang masuk dalam survei, yaitu Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Menurut Google, tingginya penggunaan fitur kreatif dipengaruhi kemampuan Gemini memahami konteks lokal dan bahasa sehari-hari. Hal tersebut membuat pengguna lebih mudah menuangkan ide hanya melalui instruksi sederhana menggunakan bahasa Indonesia.
Pengguna Indonesia Lebih Suka Jawaban Singkat dan Praktis
Selain dominan untuk kebutuhan kreatif, laporan tersebut juga mengungkap karakteristik pengguna Gemini di Indonesia yang cenderung menginginkan respons cepat.
Percakapan dengan AI umumnya berlangsung lebih singkat dibandingkan pengguna di negara Asia Tenggara lainnya.
Pengguna juga banyak menggunakan gaya bahasa santai dengan sapaan seperti “bro” atau “sis” ketika meminta rekomendasi maupun solusi atas berbagai kebutuhan sehari-hari.
Google menilai pola komunikasi tersebut mencerminkan preferensi masyarakat Indonesia terhadap jawaban yang ringkas, praktis, dan mudah dipahami.
Mayoritas Prompt Menggunakan Bahasa Indonesia
Laporan Google menunjukkan 84 persen prompt yang dikirim pengguna Indonesia ditulis menggunakan bahasa Indonesia.
Persentase tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar pengguna tidak lagi bergantung pada bahasa Inggris saat memanfaatkan layanan AI.
Google menyebut kemampuan model Gemini dalam memahami bahasa lokal menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat adopsi teknologi AI di Indonesia.
Smartphone Masih Menjadi Perangkat Utama
Google juga menemukan bahwa penggunaan Gemini di Indonesia masih sangat didominasi perangkat seluler.
Sekitar 82 persen prompt dikirim melalui smartphone. Sementara itu, hampir setengah dari seluruh interaksi telah memanfaatkan fitur multimodal, seperti input suara maupun gambar, sehingga pengguna tidak hanya berinteraksi menggunakan teks.
Pengguna Gemini di Asia Tenggara Terus Bertumbuh
Secara regional, Google melaporkan jumlah pengguna aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode 12 bulan hingga Maret 2026.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya populasi usia muda, semakin baiknya kemampuan AI memahami berbagai bahasa lokal, serta dominasi penggunaan perangkat mobile di kawasan.
Penggunaan bahasa lokal juga menjadi tren utama di Asia Tenggara. Hampir 70 persen prompt dikirim menggunakan bahasa setempat.
Vietnam mencatat persentase tertinggi sebesar 89 persen, disusul Thailand 87 persen, sementara Indonesia berada di posisi berikutnya dengan 84 persen.





















