Home / AI

Agen AI Dinilai Picu Kerusakan Tersembunyi dalam Pengembangan Software

Tuesday, 26 May 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AI bisa jadi ancaman serius bagi dunia teknologi. (Sumber: 
Pixabay/Alexandra_Koch)

AI bisa jadi ancaman serius bagi dunia teknologi. (Sumber: Pixabay/Alexandra_Koch)

TECHRUNNER – Perdebatan mengenai kecerdasan buatan kembali memanas setelah hacker legendaris George Hotz melontarkan kritik keras terhadap penggunaan agen AI dalam pengembangan perangkat lunak.

Sosok yang dikenal sebagai peretas pertama iPhone menilai tren penggunaan AI coding agent berpotensi membawa industri teknologi menuju “bencana besar”.

Dalam tulisan blog terbarunya berjudul The Eternal Sloptember, Hotz menyebut adopsi massal agen AI untuk membuat kode program secara mandiri dapat menjadi salah satu kesalahan paling merugikan dalam sejarah dunia software.

George Hotz Soroti Risiko AI dalam Pengembangan Software

Risiko AI dalam pengembangan software. (Sumber: Pixabay/Tumisu)

Menurut Hotz, perusahaan teknologi saat ini terlalu cepat mempercayakan proses pengembangan software kepada agen AI tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kualitas kode.

“Agen AI tidak benar-benar bisa membuat program,” tulis Hotz dalam blognya yang dikutip Selasa, 26 Mei 2026. Ia menilai sistem tersebut hanya menghasilkan kode berbasis pola statistik yang tampak meyakinkan, tetapi menyimpan banyak kerusakan tersembunyi.

Hotz juga menggambarkan penggunaan AI agent seperti “tuas mesin slot” yang membuat pengembang terus mencoba hasil baru meski kualitasnya belum tentu baik.

“Hasilnya rusak, tetapi semakin sulit dideteksi. Inilah yang memang diharapkan dari model statistik yang makin akurat,” ujar dia.

Perdebatan Panas antara George Hotz dan Andrej Karpathy

Tulisan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah peneliti AI ternama Andrej Karpathy bergabung dengan tim pra-pelatihan di Anthropic.

Karpathy dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendukung penggunaan AI agent untuk membantu proses coding dan pengembangan software modern. Ia sebelumnya beberapa kali menyatakan bahwa AI sudah mulai mengubah cara programmer bekerja.

Situasi ini membuat Hotz dan Karpathy dianggap mewakili dua kubu berbeda dalam industri teknologi: pihak yang optimistis terhadap masa depan AI dan pihak yang khawatir terhadap dampak jangka panjangnya.

Hotz Bantah Kritiknya Berasal dari Ketakutan Digantikan AI

George Hotz menegaskan kekhawatirannya bukan karena takut kehilangan pekerjaan akibat AI. Ia justru menyoroti ancaman terhadap kualitas perangkat lunak apabila semua perusahaan menggunakan alat yang sama secara bersamaan.

“Saya tidak sedang memikirkan soal digantikan. Saya memikirkan apa yang terjadi pada kualitas kode ketika semua orang memakai alat ini sekaligus,” katanya.

Ia bahkan menduga ketakutan terhadap AI sengaja dimanfaatkan untuk mendorong perusahaan besar mengadopsi teknologi tersebut lebih cepat.

“Rasa takut tertinggal menjadi satu-satunya cara untuk membuat perusahaan bergerak. Namun menurut saya, dalam ketakutan itu mereka justru membuat kesalahan besar,” tambah Hotz.

Agen AI Semakin Populer di Industri Teknologi

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI agent untuk membantu coding memang berkembang pesat. Sejumlah perusahaan teknologi mulai mengintegrasikan fitur AI ke dalam proses pengembangan software untuk meningkatkan efisiensi kerja programmer.

Teknologi seperti AI coding assistant dari OpenAI, Google, hingga Anthropic menjadi sorotan karena dinilai mampu mempercepat pembuatan aplikasi dan otomatisasi kode.

Meski begitu, kritik terkait keamanan, kualitas kode, hingga potensi bug tersembunyi masih menjadi perhatian utama para ahli keamanan siber dan pengembang software.

Follow WhatsApp Channel techrunner.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya
Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan
AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal
AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data
Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode
Indonesia Masuk Organisasi AI Global WAICO, Ini Tujuan dan Perannya
5 Aplikasi AI Terbaik 2026 untuk Nugas Lebih Cepat, Mahasiswa Wajib Coba
China Resmi Batasi Hubungan Emosional dengan Chatbot AI, Begini Aturan Barunya!

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 16:35

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya

Wednesday, 29 July 2026 - 16:09

Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan

Sunday, 26 July 2026 - 17:32

AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal

Friday, 24 July 2026 - 14:34

AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data

Wednesday, 22 July 2026 - 15:12

Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode

Berita Terbaru