Home / AI

Indonesia Masuk Organisasi AI Global WAICO, Ini Tujuan dan Perannya

Sunday, 19 July 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI. Indonesia menjadi salah satu negara pendiri WAICO, organisasi global yang dipimpin China untuk memperkuat tata kelola kecerdasan buatan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Ilustrasi AI. Indonesia menjadi salah satu negara pendiri WAICO, organisasi global yang dipimpin China untuk memperkuat tata kelola kecerdasan buatan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

TECHRUNNER – Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional yang dipimpin China dan berfokus pada pengembangan serta tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tingkat global.

Pembentukan WAICO dinilai sebagai langkah strategis Beijing untuk memperkuat pengaruhnya dalam lanskap teknologi AI dunia, di tengah persaingan yang semakin ketat dengan Amerika Serikat.

Selain Indonesia, sejumlah negara seperti Pakistan dan Kazakhstan juga tercatat sebagai anggota pendiri organisasi tersebut.

WAICO Jadi Babak Baru Diplomasi AI Global

Ilustrasi Coding AI.
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang menjadi fokus kerja sama global melalui pembentukan organisasi WAICO. (Sumber: Pixabay/Tumisu)

Tata kelola AI kini menjadi salah satu arena persaingan geopolitik paling penting. Selain berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, teknologi AI juga dinilai memiliki dampak besar terhadap keamanan nasional dan daya saing suatu negara.

Kehadiran WAICO menandai langkah konkret China dalam membangun kerja sama internasional di bidang AI.

Melalui organisasi ini, Beijing mendorong model pengembangan AI berbasis sumber terbuka (open source) yang diklaim dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai negara.

Pendekatan tersebut berbeda dengan kebijakan Amerika Serikat yang lebih menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan nasional melalui strategi AI yang dikembangkan pemerintah Washington.

Indonesia Tegaskan Komitmen dalam Tata Kelola AI

Perjanjian pembentukan WAICO ditandatangani oleh para anggota pendiri dalam forum yang berlangsung di Shanghai, sebagaimana dilaporkan Bloomberg News pada Jumat, 17 Juli 2026.

Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam keterangannya, Airlangga menjelaskan bahwa WAICO dibentuk untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan sekaligus tata kelola AI yang aman, adil, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan manusia.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia sebagai anggota pendiri merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam berpartisipasi aktif menyusun arah kebijakan AI global.

“Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global atau bridging the AI divide,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Indonesia Ingin AI Memberikan Manfaat yang Setara

Airlangga menilai keikutsertaan Indonesia di WAICO menjadi langkah strategis agar perkembangan AI dunia tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan memberikan manfaat yang merata, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Sebagai organisasi yang berfokus pada pemanfaatan AI untuk sektor sipil, WAICO diharapkan menjadi wadah penyusunan standar tata kelola AI global sekaligus memperluas kolaborasi antarnegara dalam pengembangan teknologi tersebut.

Xi Jinping: AI Harus Jadi Simfoni Kolaborasi Global

Dalam pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa perkembangan AI seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia, bukan dikuasai oleh satu negara saja.

Xi menyampaikan bahwa pengembangan kecerdasan buatan membutuhkan kerja sama internasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi a solo performance oleh satu negara, melainkan a symphony of global collaboration,” kata Xi Jinping.

Persaingan AI Tak Lagi Sekadar Soal Teknologi

Sementara itu, Menteri AI dan Pembangunan Digital Kazakhstan, Zhaslan Madiyev, mengatakan bahwa kompetisi global di bidang AI kini telah berkembang jauh melampaui inovasi teknologi semata.

Menurutnya, negara-negara kini juga bersaing dalam membangun talenta digital, kapasitas komputasi, kepemilikan data, hingga peluang untuk ikut menyusun aturan internasional terkait pengembangan AI.

Kondisi tersebut membuat pembentukan organisasi seperti WAICO dinilai memiliki peran penting dalam menentukan arah tata kelola kecerdasan buatan di masa depan.

Follow WhatsApp Channel techrunner.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya
Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan
AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal
AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data
Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode
5 Aplikasi AI Terbaik 2026 untuk Nugas Lebih Cepat, Mahasiswa Wajib Coba
China Resmi Batasi Hubungan Emosional dengan Chatbot AI, Begini Aturan Barunya!
Google Sebut Indonesia Jadi Raja Kreativitas Pengguna Gemini di Asia Tenggara

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 16:35

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya

Wednesday, 29 July 2026 - 16:09

Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan

Sunday, 26 July 2026 - 17:32

AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal

Friday, 24 July 2026 - 14:34

AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data

Wednesday, 22 July 2026 - 15:12

Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode

Berita Terbaru