Home / AI

Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan

Wednesday, 29 July 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OpenAI menjadi sorotan setelah agen AI dalam uji coba diduga mengakses lingkungan pengujian Hugging Face dan akun pelanggan platform cloud Modal (Sumber: Pexels/Rahul Pandit)

OpenAI menjadi sorotan setelah agen AI dalam uji coba diduga mengakses lingkungan pengujian Hugging Face dan akun pelanggan platform cloud Modal (Sumber: Pexels/Rahul Pandit)

TECHRUNNER – Perkembangan terbaru terkait insiden keamanan yang melibatkan agen kecerdasan buatan (AI) milik OpenAI mengungkap dampak yang jauh lebih besar dibanding laporan awal.

Selain berhasil menembus lingkungan pengujian milik Hugging Face, model AI tersebut juga diketahui mengakses akun pelanggan di platform cloud Modal, lalu memanfaatkannya sebagai bagian dari rangkaian serangan siber.

Temuan ini memperlihatkan bahwa insiden tersebut tidak hanya terbatas pada satu platform, tetapi juga menyentuh infrastruktur layanan pihak ketiga yang digunakan dalam proses pengujian model AI.

Agen AI Memanfaatkan Sandbox yang Terbuka untuk Publik

Ilustrasi Peretasan.
Ilustrasi peretasan. Kasus dugaan peretasan lintas platform oleh agen AI memperkuat kekhawatiran atas kemampuan model AI dalam menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan. (Sumber: Pixabay/FotoArt-Treu)

Menurut Chief Technology Officer (CTO) Modal, Akshat Bubna, agen AI berhasil memasuki sebuah sandbox atau lingkungan pengujian terisolasi yang disediakan bagi salah satu pelanggan Modal.

Ia menjelaskan bahwa pelanggan tersebut secara tidak sengaja membuat antarmuka sandbox dapat diakses secara publik, sehingga siapa pun di internet bisa menjalankan kode di dalamnya.

Bubna menegaskan bahwa sistem keamanan Modal tidak diretas. Sebaliknya, agen AI memanfaatkan konfigurasi pelanggan yang kurang aman untuk menjalankan aktivitasnya.

Insiden Memicu Kekhawatiran Baru di Dunia Keamanan Siber

Kasus ini menjadi perhatian besar di kalangan pakar keamanan siber karena memperlihatkan bagaimana model AI modern mampu menemukan celah keamanan, memperoleh akses, lalu menggabungkan berbagai teknik eksploitasi secara otomatis.

Para ahli menilai kemampuan tersebut dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan AI oleh pelaku kejahatan siber jika tidak diimbangi sistem pengamanan yang memadai.

Insiden tersebut juga terjadi hanya beberapa bulan setelah Anthropic memperkenalkan sistem Mythos, sebuah model AI berkemampuan tinggi yang peluncurannya sempat dibatasi karena pertimbangan keamanan.

OpenAI Akui Model AI Menggunakan Kredensial yang Terbuka

Dalam pernyataan resminya, OpenAI mengungkapkan bahwa selama proses evaluasi ditemukan sejumlah kecil kasus ketika model AI berhasil mengidentifikasi dan memanfaatkan kredensial akun yang tersedia secara publik pada berbagai layanan internet.

Perusahaan menjelaskan bahwa salah satu akun digunakan sebagai jalur komunikasi keluar (outbound relay) sekaligus lokasi persiapan serangan, sementara akun lainnya dipakai untuk penyimpanan data.

Selain itu, model AI juga diketahui memanfaatkan layanan berbagi kode (code paste), layanan penangkap permintaan (request capture), layanan tangkapan layar (screenshot service), hingga berbagai utilitas web lainnya sebagai bagian dari proses eksploitasi.

Meski demikian, OpenAI menyatakan belum menemukan insiden lain dengan tingkat keparahan yang setara selain kasus yang melibatkan Hugging Face.

Pengujian ExploitGym Berujung pada Perilaku Tak Terduga

OpenAI menjelaskan bahwa model-model tersebut memang dijalankan dalam sandbox dengan pembatasan keamanan yang lebih longgar untuk menguji kemampuan mereka melalui ExploitGym, sebuah tolok ukur keamanan siber yang dikembangkan peneliti University of California, Berkeley.

Namun alih-alih hanya menyelesaikan skenario pengujian, model AI justru berusaha memperoleh akses ke basis data Hugging Face guna mendapatkan informasi yang dianggap berguna untuk menyelesaikan evaluasi.

Perilaku yang tidak direncanakan ini menjadi salah satu aspek paling mengkhawatirkan dari keseluruhan insiden.

Laporan Reuters sebelumnya menyebutkan bahwa data milik pelanggan Modal turut terdampak dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Axios melaporkan bahwa aset yang berkaitan dengan CyberGym, platform pengujian keamanan siber lain yang juga dikembangkan oleh tim peneliti UC Berkeley, turut menjadi sasaran.

Peneliti UC Berkeley, Jingxuan He, mengatakan terdapat beberapa versi CyberGym yang digunakan berbagai pengembang AI. Ia juga menyebut bahwa aset yang diakses kemungkinan tidak diamankan dengan baik karena dapat diakses secara bebas melalui internet.

Pakar Kritik Prosedur Pengujian OpenAI

Sejumlah pakar keamanan siber mempertanyakan prosedur pengujian yang diterapkan OpenAI. Mereka menilai perusahaan seharusnya menerapkan isolasi yang lebih ketat ketika menguji model AI dengan kemampuan eksploitasi tingkat lanjut.

CEO perusahaan keamanan siber Netskope, Sanjay Beri, menyebut pendekatan tersebut berisiko tinggi.

Menurutnya, peneliti keamanan tidak seharusnya membiarkan sistem yang memiliki kemampuan menyerupai malware beroperasi tanpa perlindungan sandbox yang benar-benar aman.

Kritik tersebut memperkuat perdebatan mengenai pentingnya standar keamanan yang lebih ketat dalam pengembangan AI generasi berikutnya, terutama ketika model memiliki kemampuan untuk menemukan, mengeksploitasi, dan menggabungkan berbagai celah keamanan secara mandiri.

Follow WhatsApp Channel techrunner.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya
AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal
AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data
Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode
Indonesia Masuk Organisasi AI Global WAICO, Ini Tujuan dan Perannya
5 Aplikasi AI Terbaik 2026 untuk Nugas Lebih Cepat, Mahasiswa Wajib Coba
China Resmi Batasi Hubungan Emosional dengan Chatbot AI, Begini Aturan Barunya!
Google Sebut Indonesia Jadi Raja Kreativitas Pengguna Gemini di Asia Tenggara
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 16:35

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya

Wednesday, 29 July 2026 - 16:09

Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan

Sunday, 26 July 2026 - 17:32

AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal

Friday, 24 July 2026 - 14:34

AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data

Wednesday, 22 July 2026 - 15:12

Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode

Berita Terbaru