Home / AI

Jelang IPO, OpenAI dan Anthropic Berpotensi Adu Murah Layanan AI

Friday, 12 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OpenAI dan Anthropic bersaing ketat menjelang IPO. Harga langganan ChatGPT pun berpotensi turun jika perang tarif AI benar-benar terjadi. (Sumber: X/@calbuldelis69)

OpenAI dan Anthropic bersaing ketat menjelang IPO. Harga langganan ChatGPT pun berpotensi turun jika perang tarif AI benar-benar terjadi. (Sumber: X/@calbuldelis69)

TECHRUNNER – Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) generatif semakin memanas.

OpenAI dikabarkan tengah mempertimbangkan strategi pemangkasan harga layanan mereka sebagai langkah antisipatif jika pesaing utama, Anthropic PBC, lebih dulu menurunkan biaya penggunaan platform AI miliknya.

Kabar tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya perang harga di sektor AI.

Terutama saat perusahaan-perusahaan teknologi tersebut bersiap memasuki pasar publik melalui penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

OpenAI Pertimbangkan Penurunan Harga Token AI

Industri AI semakin kompetitif. OpenAI dan Anthropic dikabarkan siap adu strategi harga untuk menarik lebih banyak pengguna. (Sumber: Pexels/Sanket Mishra)

Dilansir dari laman The Wall Street Journal pada Jumat, 12 Juni 2026. OpenAI sedang mengevaluasi sejumlah opsi penyesuaian tarif, termasuk kemungkinan memangkas harga token yang menjadi satuan pengukuran penggunaan layanan AI.

Sumber yang mengetahui pembahasan internal perusahaan menyebutkan bahwa langkah tersebut akan dipertimbangkan apabila Anthropic mengambil kebijakan serupa.

Namun hingga saat ini, diskusi masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

OpenAI sendiri belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Persaingan OpenAI dan Anthropic Semakin Ketat

Kedua perusahaan kini berlomba memperluas basis pengguna sekaligus meningkatkan pendapatan sebelum melantai di bursa saham.

OpenAI diketahui telah mengajukan dokumen pencatatan saham publik pada pekan ini. Perusahaan tersebut sebelumnya memperoleh valuasi sekitar US$852 miliar dalam putaran pendanaan yang berlangsung pada Maret lalu.

Sementara itu, Anthropic juga dikabarkan telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk mempersiapkan proses IPO. Pada penggalangan dana terbaru bulan lalu, valuasi perusahaan tersebut mencapai sekitar US$965 miliar.

Raksasa Teknologi Turut Memanaskan Persaingan AI

Tidak hanya bersaing satu sama lain, OpenAI dan Anthropic juga harus menghadapi tekanan dari perusahaan teknologi besar yang telah lama menguasai pasar digital.

Beberapa nama besar seperti Microsoft dan Google terus mengembangkan produk AI mereka masing-masing untuk mempertahankan posisi di tengah ledakan inovasi kecerdasan buatan.

Di sisi lain, kelompok usaha milik Elon Musk yang mencakup SpaceX, xAI, serta platform X juga disebut-sebut tengah mempersiapkan langkah IPO dengan valuasi yang diperkirakan mencapai sekitar US$1,8 triliun.

Antusiasme AI Mulai Dihadapkan pada Masalah Biaya

Meski industri AI masih berkembang pesat, sejumlah perusahaan mulai memperhatikan besarnya biaya operasional yang muncul akibat penggunaan teknologi tersebut.

Beberapa korporasi besar dilaporkan telah menerapkan pembatasan penggunaan alat berbasis AI untuk mengendalikan pengeluaran.

Hal serupa juga dilakukan oleh Walmart yang memperketat penggunaan agen AI internal di kalangan karyawannya.

Apakah Harga ChatGPT Akan Lebih Murah?

Jika OpenAI dan Anthropic benar-benar memangkas tarif layanan mereka, pengguna berpotensi menikmati biaya penggunaan AI yang lebih rendah, baik untuk pelanggan individu maupun perusahaan.

Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari kedua perusahaan.

Para pelaku industri menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai strategi harga yang akan diambil menjelang IPO, yang diperkirakan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investor dan memperluas pangsa pasar AI global.

Berita Terkait

Siri Bakal Mirip ChatGPT? Ini Prediksi Fitur AI Terbaru Apple di WWDC 2026
Teknologi AI Makin Canggih, Nasib Customer Service Dipertanyakan
Efek AI ke Ekonomi Global: Hampir 2 Juta Orang Jadi Kaya dalam Setahun
Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Chatbot AI Meta
Harga RAM DDR5 Melonjak Gara-Gara Ledakan AI, Pengguna PC dan Gamer Mulai Ngeluh
Agen AI Dinilai Picu Kerusakan Tersembunyi dalam Pengembangan Software
Gemini Omni Jadi Terobosan Baru Google di Dunia AI Generatif
Di Tengah PHK Massal, Profesi Ini Justru Melejit Karena AI

Insan Sujadi

Seorang penulis dan pemerhati perkembangan teknologi digital yang memiliki minat besar pada dunia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Aktif menulis berbagai artikel seputar teknologi, inovasi digital, gadget, hingga tren AI terbaru yang berkembang di tingkat global.

instagram

Berita Terkait

Friday, 12 June 2026 - 18:12

Jelang IPO, OpenAI dan Anthropic Berpotensi Adu Murah Layanan AI

Monday, 8 June 2026 - 18:48

Siri Bakal Mirip ChatGPT? Ini Prediksi Fitur AI Terbaru Apple di WWDC 2026

Friday, 5 June 2026 - 17:08

Teknologi AI Makin Canggih, Nasib Customer Service Dipertanyakan

Thursday, 4 June 2026 - 15:33

Efek AI ke Ekonomi Global: Hampir 2 Juta Orang Jadi Kaya dalam Setahun

Tuesday, 2 June 2026 - 17:39

Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Chatbot AI Meta

Berita Terbaru

Risiko jika iPhone tidak melakukan update iOS terbaru. (Sumber: Apple)

iPhone

3 Permasalahan jika iPhone Tidak Update iOS Terbaru

Tuesday, 9 Jun 2026 - 23:40