TECHRUNNER.ID – Kabar mengenai aplikasi kebugaran Strava yang disebut resmi dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen tengah menjadi perhatian publik.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menunjuk sejumlah perusahaan digital luar negeri sebagai pemungut PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), termasuk Strava.
Ramainya pembahasan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari para pengguna.
Sebagian mengira seluruh layanan Strava, termasuk versi gratis, akan dikenai biaya tambahan.
Tak sedikit pula yang khawatir harga langganan Strava Premium akan mengalami kenaikan setelah kebijakan tersebut mulai diberlakukan.
Merujuk pada penjelasan resmi DJP Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, pengenaan pajak tersebut karena adanya transaksi pembelian layanan digital berbayar yang dilakukan konsumen di Indonesia.
Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memastikan keadilan hukum dan kesetaraan hak (level playing field) antara pelaku usaha konvensional dan digital.
Lantas, apa itu Strava, bagaimana aturan mengenai PPN 11 persen tersebut, berapa harga langganan terbaru, dan bagaimana cara menggunakan aplikasi ini? Berikut penjelasan selengkapnya.
Apa Itu Strava?
Strava adalah sebuah aplikasi yang secara khusus dikembangkan untuk melacak, merekam, dan menyimpan segala aktivitas olahraga yang dilakukan penggunanya.
Setiap pengguna bisa mendapatkan data olahraga yang akurat berkat pemanfaatan GPS yang ada di handphone.
Lewat aplikasi Strava ini pengguna dapat melacak jarak tempuh, kecepatan, elevasi atau ketinggian, hingga detak jantung apabila dihubungkan dengan perangkat smartwatch yang kompatibel.
Seiring perkembangannya, Strava tidak hanya menjadi aplikasi pencatat aktivitas olahraga, tetapi juga berkembang menjadi platform komunitas bagi para pelari, pesepeda, pendaki, hingga atlet triathlon dari berbagai negara.
Pengguna dapat saling mengikuti akun, memberikan apresiasi terhadap aktivitas olahraga, hingga berbagi rute favorit.
Strava sendiri sudah hadir sejak tahun 2009, sejak awal memang hadir sebagai aplikasi kebugaran yang bisa mendukung penggunanya untuk mengetahui data selama melakukan aktivitas olahraga.
Strava bisa diunduh di perangkat mobile milikmu, baik itu di perangkat Android atau iOS.
Semua orang juga dapat menggunakan aplikasi Strava ini tanpa perlu membayar alias gratis.
Namun demikian, Strava juga menyediakan layanan Subscription atau Strava Premium bagi pengguna yang ingin memperoleh fitur lebih lengkap.
Diantaranya seperti analisis performa yang lebih mendalam, pembuatan rute, fitur keamanan tambahan, hingga berbagai statistik latihan eksklusif.
Strava Resmi Kena PPN 11 Persen?
Juru bicara Strava menjelaskan perusahaan akan menanggung langsung biaya tambahan akibat penerapan PPN sehingga pelanggan tidak akan dikenai tarif langganan yang lebih tinggi.
“Sebagaimana diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI, Strava menjadi salah satu dari sejumlah platform digital internasional yang kini ditunjuk untuk memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas layanan digital berbayar di Indonesia,” ujar juru bicara Strava.
Strava juga menyatakan akan menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut dengan menyerap langsung biaya tambahan yang timbul akibat penerapan PPN.
“Oleh karena itu, kami berencana menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini dengan menyerap secara langsung biaya tambahan akibat penerapan PPN tersebut. Tidak akan ada kenaikan harga berlangganan Strava, dan layanan gratis kami juga akan tetap tidak berubah,” tulis Strava dalam pernyataan resminya.
Dengan demikian, pengguna layanan gratis tidak terdampak oleh kebijakan tersebut.
Sementara bagi pelanggan berbayar, Strava menegaskan bahwa biaya tambahan akibat penerapan PPN akan ditanggung oleh perusahaan sehingga harga langganan tetap sama.
Berapa Harga Langganan Strava Terbaru?
Bagi pengguna yang ingin menikmati seluruh fitur premium, Strava menyediakan beberapa pilihan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
1. Paket Individual (Bulanan)
Pilihan paling fleksibel untuk Anda yang ingin mencoba fitur premium tanpa komitmen jangka panjang.
Harga Dasar: Rp49.900 per bulan.
2. Paket Individual (Tahunan)
Opsi ini jauh lebih hemat jika dihitung per bulan dibanding mengambil paket bulanan secara terus-menerus.
Harga Dasar: Rp349.000 per tahun atau sekitar Rp29.000 per bulan.
3. Paket Pelajar (Tahunan)
Bagi mahasiswa atau pelajar aktif yang telah diverifikasi oleh sistem Strava, tersedia paket khusus dengan harga yang lebih terjangkau.
Harga Dasar: Rp174.500 per tahun.
4. Paket Family (Tahunan)
Paket ini dapat digunakan hingga empat anggota keluarga atau teman dalam satu grup sehingga menjadi pilihan paling ekonomis apabila biaya dibagi bersama.
Harga Dasar: Rp795.000 per tahun.
5. Bundel Strava x Runna (Tahunan)
Paket ini ditujukan bagi pengguna yang ingin memperoleh fitur Strava sekaligus program latihan lari premium dari aplikasi Runna.
Harga Dasar: Rp899.000 per tahun.
Cara Menggunakan Strava
Bagi pengguna baru, menggunakan Strava tergolong cukup mudah karena aplikasi ini memiliki tampilan antarmuka yang sederhana dan mudah dipahami.
Agar seluruh fitur dapat dimanfaatkan secara optimal, ikuti langkah-langkah berikut.
1. Unduh Aplikasi Strava
Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Strava melalui Google Play Store untuk perangkat Android atau App Store bagi pengguna iPhone. Setelah proses instalasi selesai, buka aplikasi untuk memulai pendaftaran.
2. Buat atau Masuk ke Akun Strava
Pengguna dapat membuat akun baru menggunakan alamat email atau langsung masuk apabila telah memiliki akun Strava sebelumnya. Proses registrasi hanya membutuhkan beberapa menit.
3. Aktifkan GPS pada Perangkat
Pastikan fitur GPS di ponsel telah diaktifkan. GPS berfungsi untuk merekam rute, jarak tempuh, kecepatan, serta berbagai data aktivitas olahraga secara akurat.
4. Hubungkan dengan Smartwatch
Apabila memiliki smartwatch atau perangkat kebugaran lainnya, hubungkan perangkat tersebut melalui menu Settings.
Sinkronisasi ini memungkinkan Strava merekam data yang lebih lengkap, termasuk detak jantung dan informasi kebugaran lainnya.
5. Lengkapi Profil Pengguna
Masukkan informasi pribadi seperti berat badan, jenis olahraga favorit, hingga target kebugaran yang ingin dicapai.
Data tersebut akan membantu Strava memberikan analisis latihan yang lebih personal.
6. Mulai Merekam Aktivitas
Sebelum memulai olahraga, tekan tombol Record atau Rekam. Selanjutnya, lakukan aktivitas seperti berlari, bersepeda, berjalan kaki, atau olahraga lainnya seperti biasa.
7. Simpan Hasil Aktivitas
Setelah selesai berolahraga, tekan tombol Save atau Simpan untuk menyimpan seluruh data aktivitas yang telah direkam oleh aplikasi.
8. Tambahkan Deskripsi dan Dokumentasi
Pengguna dapat melengkapi aktivitas dengan memberikan judul, deskripsi, serta mengunggah foto maupun video agar riwayat olahraga menjadi lebih informatif.
9. Lihat Statistik Latihan
Setelah aktivitas tersimpan, Strava akan menampilkan berbagai statistik, mulai dari jarak tempuh, kecepatan rata-rata, elevasi, durasi latihan, hingga detak jantung apabila menggunakan perangkat yang mendukung.
10. Bagikan Aktivitas ke Komunitas
Sebagai langkah terakhir, pengguna dapat membagikan hasil aktivitas olahraga kepada teman maupun komunitas melalui tombol Share.
Fitur ini memungkinkan pengguna saling memberikan dukungan dan motivasi dalam menjaga rutinitas olahraga.
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Editor : Mutia Dheza Cantika






