TECHRUNNER – Platform berbagi video pendek TikTok masih mempertahankan posisinya sebagai media sosial yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia sepanjang 2026.
Temuan ini terungkap dalam Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Hasil survei menunjukkan TikTok tetap menjadi pilihan utama pengguna internet nasional, mengungguli Facebook dan Instagram.
Popularitas platform milik ByteDance tersebut tidak hanya kuat di kalangan generasi muda, tetapi juga merata hingga kelompok usia yang lebih senior.
Video Pendek Jadi Konsumsi Digital Favorit Masyarakat
Dikutip dari laporan APJII pada Selasa, 16 Juni 2026. Tercatat bahwa konten video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts menjadi jenis hiburan digital yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Sebanyak 29,5 persen responden mengaku paling sering menikmati konten video pendek. Angka tersebut menempatkannya sebagai kategori hiburan digital terbesar dibandingkan jenis konten lainnya.
Sementara itu, konten media sosial secara umum berada di posisi kedua dengan 26,6 persen. Disusul musik online sebesar 18,4 persen dan layanan video panjang atau streaming yang mencapai 15,3 persen.
Dari sisi gender, perempuan tercatat lebih aktif mengonsumsi video pendek. Sebanyak 30,7 persen responden perempuan memilih video pendek sebagai konten favorit, sedangkan pada laki-laki angkanya mencapai 28,3 persen.
TikTok Ungguli Facebook dan Instagram

Berdasarkan data APJII, TikTok menjadi platform media sosial yang paling sering diakses dengan persentase 31,8 persen.
Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan capaian 35,2 persen pada 2025, TikTok tetap mempertahankan posisi puncak dalam daftar media sosial terfavorit masyarakat Indonesia.
Di posisi kedua terdapat Facebook dengan angka 29,4 persen, meningkat cukup signifikan dari 21,6 persen pada tahun sebelumnya. Sementara Instagram menempati peringkat ketiga dengan 27,7 persen, melonjak dari 15,9 persen pada 2025.
Adapun platform lainnya mencatat angka yang jauh lebih kecil. WhatsApp memperoleh 1,7 persen, X atau Twitter sebesar 1,5 persen, Threads 1 persen, dan kategori aplikasi lainnya mencapai 5,5 persen.
TikTok Mendominasi Hampir Semua Kelompok Usia
Salah satu temuan menarik dalam survei APJII adalah dominasi TikTok yang terlihat hampir di seluruh generasi pengguna internet Indonesia.
Pada kelompok Generasi Z berusia 13 hingga 28 tahun, TikTok menjadi platform yang paling sering digunakan dengan persentase 32,3 persen. Instagram menyusul dengan 30,8 persen dan Facebook sebesar 26,9 persen.
Di kalangan milenial berusia 29 hingga 44 tahun, TikTok juga berada di posisi teratas dengan 31,9 persen. Facebook membayangi dengan 31,1 persen, sedangkan Instagram mencatat 28,7 persen.
Sementara pada Generasi X yang berusia 45 hingga 60 tahun, TikTok memperoleh 31,2 persen, hanya unggul tipis dari Facebook yang mencatat 31 persen. Instagram berada di urutan berikutnya dengan 24,4 persen.
Untuk kelompok Baby Boomers berusia 61 hingga 79 tahun, Facebook dan TikTok bersaing ketat. Facebook mencatat 30,9 persen, sementara TikTok berada di angka 30,7 persen. Instagram memperoleh 20,1 persen.
Sedangkan pada kelompok Pre Boomer yang berusia di atas 80 tahun, TikTok kembali unggul tipis dengan 30,6 persen dibandingkan Facebook yang memperoleh 30,3 persen.
Mayoritas Pengguna Habiskan 1–2 Jam per Hari di Media Sosial
Survei APJII juga mengungkap pola durasi penggunaan media sosial masyarakat Indonesia. Mayoritas responden menghabiskan waktu antara satu hingga dua jam setiap hari untuk mengakses berbagai platform digital.
Sebanyak 44,9 persen responden mengaku menggunakan media sosial selama 1–2 jam per hari. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 34,1 persen.
Selain itu, 37,9 persen responden menghabiskan waktu 2–3 jam per hari di media sosial. Sementara pengguna dengan durasi 3–4 jam mencapai 6,9 persen.
Adapun pengguna yang mengakses media sosial lebih dari empat jam per hari tercatat sebesar 2,4 persen. Sedangkan mereka yang menggunakan media sosial kurang dari satu jam per hari mencapai 7,9 persen.
Tren Global: Video Pendek Terus Mendominasi
Fenomena dominasi TikTok di Indonesia sejalan dengan tren global. Laporan tahunan dari DataReportal dan Statista menunjukkan bahwa konsumsi video pendek terus menjadi salah satu aktivitas digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Format konten yang singkat, interaktif, dan mudah dibagikan menjadi faktor utama yang mendorong tingginya tingkat keterlibatan pengguna di berbagai negara.






