TECHRUNNER – Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Chip Motors, resmi memperkenalkan kendaraan listrik kompak terbaru yang mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari laman InsideEVs pada Rabu, 22 Juli 2026. Mobil mungil bernama Life Utility Vehicle (LUV) ini dirancang sebagai solusi transportasi jarak pendek untuk aktivitas harian di kawasan perkotaan.
Dibanderol mulai US$15.000 atau sekitar Rp240 jutaan (kurs Rp16.000 per dolar AS), kendaraan ini menyasar pengguna yang menginginkan mobil listrik dengan harga lebih terjangkau dibandingkan model konvensional.
Life Utility Vehicle dikembangkan untuk kebutuhan mobilitas sederhana, seperti berbelanja, bepergian di lingkungan perumahan, hingga perjalanan lokal dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Desain Ringkas dengan Jarak Tempuh hingga 160 Kilometer

Secara tampilan, kendaraan ini memiliki desain yang menyerupai mobil golf, tetapi dengan konstruksi yang lebih kokoh untuk penggunaan di area perkotaan.
Chip Motors mengklaim mobil listrik ini mampu melaju hingga 40 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 160 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Pengisian baterai juga dibuat praktis. Pengguna dapat mengisi daya melalui stopkontak rumah standar 110 volt, sementara pengisian lebih cepat tersedia menggunakan sambungan 240 volt.
Dilengkapi AI yang Bisa Berkomunikasi dengan Pengemudi
Salah satu daya tarik utama Life Utility Vehicle adalah sistem kecerdasan buatan yang terintegrasi sebagai asisten digital.
AI tersebut mampu berinteraksi langsung dengan pengemudi melalui perintah suara.
Sistem dapat memberikan informasi mengenai kapasitas baterai, merekomendasikan lokasi pengisian daya terdekat, mengingatkan jadwal perawatan kendaraan, hingga terhubung dengan perangkat pintar di rumah seperti garasi otomatis maupun sistem pendingin udara.
Integrasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih praktis sekaligus mendukung ekosistem rumah pintar.
Fitur Valet Mode Memungkinkan Mobil Parkir Sendiri
Chip Motors juga menyematkan fitur Valet Mode, yang menjadi salah satu inovasi paling mencolok pada kendaraan ini.
Melalui fitur tersebut, pengemudi dapat turun dari mobil dan memerintahkannya untuk mencari lokasi parkir secara mandiri atau kembali menjemput pemiliknya setelah dipanggil.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa teknologi tersebut belum sepenuhnya otonom. Saat kendaraan beroperasi tanpa penumpang, proses navigasi tetap diawasi dan dikendalikan oleh operator manusia dari jarak jauh menggunakan jaringan kamera dan sensor yang terpasang pada mobil.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan selama kendaraan bergerak tanpa pengemudi di dalam kabin.
Hanya untuk Jalan Perkotaan, Bukan Jalan Tol
Meski menawarkan teknologi modern, Life Utility Vehicle memiliki keterbatasan dalam penggunaannya.
Karena belum memenuhi standar kendaraan penumpang konvensional di Amerika Serikat, mobil listrik ini tidak diizinkan melaju di jalan tol maupun jalan bebas hambatan.
Pengoperasiannya hanya diperbolehkan di kawasan perkotaan atau lingkungan dengan batas kecepatan rendah.
Chip Motors menargetkan pengiriman perdana kendaraan ini dimulai pada 2027, dengan fokus pada konsumen yang mencari alternatif kendaraan listrik sederhana, hemat biaya, dan praktis untuk mobilitas sehari-hari.









