Home / AI

Dugaan Penipuan Menggunakan Gemini AI, Google Dorong Regulasi Ketat Lawan Scam

Monday, 15 June 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dugaan penipuan menggunakan Gemini AI yang digugat oleh Google.

Ilustrasi dugaan penipuan menggunakan Gemini AI yang digugat oleh Google.

TECHRUNNER –  Baru-baru ini, Google memberikan informasi resmi mengenai langkah dalam melawan praktik penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu menggugat sebuah kelompok yang dikenal sebagai “Outsider Enterprise” karena diduga melakukan aksi penipuan menggunakan Gemini AI.

Kelompok  yang diketahui berbasis di Tiongkok itu berkoordinasi melalui platform Telegram. Mereka mendistribusikan “phishing kit” canggih yang memungkinkan pelaku mengirimkan pesan teks palsu.

Kemudian, pesan tersebut dirancang sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah berasal dari Google atau merek terpercaya lainnya untuk mengelabui korban.

Skala operasi dari kelompok ini tergolong sangat besar dan terorganisir. Berdasarkan data internal yang dirilis, taktik phishing yang mereka jalankan telah memakan banyak korban.

“Ratusan ribu korban telah menjadi sasaran penipuan finansial dengan total kerugian diperkirakan mencapai jutaan dolar. Terdapat 9.000 situs palsu dan lebih dari satu juta URL penipuan yang terhubung dengan kelompok ini,” tulis keterangan resmi Google dikutip Senin, 15 Juni 2026.

Selain memantau pergerakan situs palsu, sistem keamanan Google juga menemukan sebanyak 55.000 pesan mencurigakan di dalam platform Google Messages khusus untuk pengguna Android hanya dalam periode dua minggu lalu.

“Dalam periode dua minggu tersebut, Enterprise mengirimkan 2,5 juta pesan kepada pengguna Android yang berisi tautan menuju situs web yang dibuat oleh Outsider,” bunyi keterangan tambahan dari Google.

Google Dukung Regulasi Lawan Penipuan Berbasis AI

Melihat ancaman yang terus meningkat, Google secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rancangan undang-undang (RUU) pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat hukum dalam melawan kasus penipuan berbasis AI.

Langkah ini diambil mengingat angka kejahatan internet di Amerika Serikat tengah melonjak tajam. Data dari FBI menunjukkan bahwa mereka menerima total sebanyak 1.008.597 laporan kejahatan di internet sepanjang tahun 2025.

Dari jutaan laporan tersebut, kasus penipuan kripto mendominasi dengan total 181.565 laporan, yang menyebabkan kerugian fantastis diperkirakan mencapai 11 miliar dolar AS.

Adapun regulasi yang didorong, sebagai berikut:

  • National Strategy for Combatting Scams Act
  • Strategic Task Force on Scam Prevention Act
  • STOP Scams Against Seniors Act
  • AI Plan Act
  • Stopping Cross-border Attack and Manipulation (SCAM) Act
  • Artificial Intelligence Public Awareness and Education Campaign Act
  • Stop Schemes, Cyber Fraud, Abuse, Manipulation, and Swindles (SCAMS) Act

Saat ini, hampir semua merek teknologi global berlomba-lomba mengintegrasikan model AI ke dalam lini produk mereka.

Tren ini memicu kekhawatiran baru, sebab berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan model AI dapat mendorong perilaku yang berbahaya dalam kondisi tertentu.

Langkah hukum dan desakan regulasi yang diajukan oleh Google ini diharapkan menjadi momentum penting dan upaya antisipasi sekaligus menuntut pertanggungjawaban penuh bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan teknologi AI untuk aksi kejahatan.

Follow WhatsApp Channel techrunner.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya
Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan
AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal
AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data
Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode
Indonesia Masuk Organisasi AI Global WAICO, Ini Tujuan dan Perannya
5 Aplikasi AI Terbaik 2026 untuk Nugas Lebih Cepat, Mahasiswa Wajib Coba
China Resmi Batasi Hubungan Emosional dengan Chatbot AI, Begini Aturan Barunya!
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 16:35

Kenapa Siri dan Google Assistant Disebut Narrow AI? Ini Alasannya

Wednesday, 29 July 2026 - 16:09

Agen AI OpenAI Diduga Lakukan Peretasan Lintas Platform, Dampaknya Lebih Luas dari Perkiraan

Sunday, 26 July 2026 - 17:32

AI Bukan Lagi Milik Programmer, Begini Cara Pemula Membangunnya dari Awal

Friday, 24 July 2026 - 14:34

AI Jadi Senjata Baru Melawan Hacker, Ini Manfaatnya untuk Keamanan Data

Wednesday, 22 July 2026 - 15:12

Chip Motors Hadirkan Mobil Listrik Murah dengan AI dan Fitur Valet Mode

Berita Terbaru